26 Januari 2008

KEBERSAMAAN

Kebersamaan, adalah kata yang mungkin terasa begitu biasa dan terkadang amat lumrah dan sering kita dengar. tetapi pernahkah kita terpikir untuk mendalami dan menyelami makna yang tersirat dari kata tersebut? alangkah besar dan luasnya serta kayanya arti makna kata kebersamaan, disatu sisi bisa dipahami sebagai kesamaan pandangan dan persepsi serta kesatuan yang saling terkait antara satu elemen dengan elemen yang lainnya.
Mungkin, gambaran kecil diatas adalah contoh kebersamaan, persamaan dan kesatuan yang ingin kita capai bersama melalui ajang silaturahmi antar sesama anggota keluarga besar H. Satirih. hal tersebut semakin terasa dari alur perjalanan persabahatan, kekerabatan dan persaudaraan yang telah terjalin dan terbina hampir lebih dari 3 dekade. Tanpa terasa yang kecil menjadi besar, yang muda beranjak tua, dan yang berumur sudah banyak meninggalkan kita. Banyak kisah dan sejarah baik itu obrolan ringan maupun cerita serta hikmah yang kita dapat ambil ditiap-tiap sesi pertemuan yang diadakan pada setiap bulannya. contoh yang paling ringan adalah, bagaimana umur kita tanpa terasa Allah panjangkan dan Allah berikan kita kesehatan dan dijauhkan dari berbagai penyakit yang terkadang menghinggapi manusia saat ini. kita boleh saja bilang hal tersebut tidak ada kaitannya, tapi kita juga tidak boleh lupa, bahwasanya Nabi Muhammad SAW telah bersabda,: "Barang siapa yang hendak Allah Panjangkan Umurnya, dan Allah luaskan Rezekinya agar senantiasa memperbanyak silaturahmi".
Sungguh ironi terkadang kita rasa, pertemuan yang mungkin 1 bulan sekali kita usahakan untuk saling mengunjungi antara satu dengan yang lainnya, saling tengok antara sesama anggota keluarga juga saling mendoakan antara yang muda dan yang tua, pertemuan yang nilai dan hikmah serta kadar esensinya sangat tinggi itu kita lawatkan begitu saja, berlalu didepan kita tanpa kita rasakan merugi bila kita tidak datangi. Entah apa yang tersirat dan terdetik dihati kita, apabila ditengah kekosongan waktu, disela sengggangnya waktu yang kita miliki, kita tidak dapat meluangkan diri dan hati kita untuk saling bersilaturahmi? ingatlah...kita hidup di dunia ini tidak sendiri, apalagi manusia dikenal dengan makhluk yang suka besosialisasi antar sesamanya, terlebih lagi kepada orang-orang yang mempunyai kekerabatan dan hubungan darah dengan kita. apakah berat kita langkahkan kaki kita untuk bertemu yang mungkin tidak lebih dari 2-3 jam?? bandingkan dengan imbalan dan pahala yang Rosulullah dan Allah janjikan dari hikmah seringnya kita saling bersilaturahmi antar sesama......sadarilah, terkadang tanpa terasa, ketika kita bertemu, ada banyak cerita, hikmah, pengalaman yang kita dapat. tanpa terasa, sepulang dari pertemuan yang mungkin jauh, melelahkan dan hanya sebentar, tidak terasa capeknya tubuh kita, jauhnya perjalanan yang kita tempuh untuk sampai ke tempat tujuan jadi terasa ringan adanya setelah kita bertemu dan bersilaturahmi antara sesama keluarga kita.
akhir kata....tulisan ini mugkin perenungan bagi kita bersama, bahwa terkadang manusia hanya melihat sesuatu hanya dari sebelah mata, dan kemampuan kita untuk terus mendapatkan ridho-Nya harus senantiasa diingatkan agar tetap berada di jalur yang Allah tentukan.
amin ya robbal'alamin.

Tidak ada komentar: