11 Maret 2008

AQIQAH ANAK EDWIN MADINA

Aqiqah:
Kelahiran seorang anak bagi sebuah keluarga akan menambah kebahagiaan dan kerukunan rumah tangga. Mengikut sunnah Rasulullah SAW mengadakan aqiqah dan memberikan dagingnya sebagai sedekah kepada tetangga akan menambah keberkahan dan lebih mempererat tali silaturahim. Mengadakan aqiqah juga merupakan cerminan rasa suka cita dan bahagia atas kelahiran seorang anak. Sabda Nabi SAW:
"Barangsiapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai hendak membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melakukannya". Membekali anak dengan dasar syariat sejak dini merupakan wujud tanggung jawab orang tua kepada si anak dalam mengarungi kehidupannya yang jauh lebih berat dari yang dihadapi orang tuanya pada saat sekarang khususnya dalam menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi ini.

Pengertian Aqiqah :
Aqiqah berasal dari kata aqqa yang artinya memotong atau membelah. Ada yang mengungkapkan bahwa aqiqah artinya rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sejak lahir. Ada lagi mengartikan bahwa aqiqah ialah nama kambing yang disembelih untuk kepentingan bayi.
Adapun dalil yang menyatakan, bahwa kambing yang disembelih itu dinamakan aqiqah antara lain adalah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bazzar dari Atha', dari Ibnu Abbas secara marfu:
Bagi seorang anak laki-laki dua ekor aqiqah dan seorang anak perempuan seekor.
Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan aqiqah diindonesiakan menjadi aqiqah adalah serangkaian ajaran Nabi SAW untuk anak yang baru lahir yang terdiri atas mencukur rambut bayi, memberi nama, dan menyembelih hewan.

Dalil Tentang Aqiqah:

Hadits-hadits yang menjadi dasar disyariatkannya aqiqah cukup banyak, antara lain:

  1. Hadits riwayat Imam Ahmad:
    "Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama".
  2. Hadits riwayat Aisyah r.a.:
    "Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor dan untuk wanita seekor".
  3. Hadits riwayat Aisyah r.a. yang lain:
    "Rasulullah SAW pernah membuat aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ketujuhnya". (HR Ibnu Hibban, Hakim, dan Baihaqi).
  4. Hadits yang diriwayatkan dari Salman bin Amar Adh-Dhahabi:
    "Sesungguhnya bersama anak itu ada hak diaqiqahi, maka tumpahkanlah darah baginya (dengan menyembelih hewan) dan buanglah penyakit darinya (dengan mencukur rambutnya)". (HR Bukhari).
  5. Hadits riwayat Abu Buraidah r.a.:
    "Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya". (HR Baihaqi dan Thabrani).

Keterangan dari hadits-hadits di atas:
Menurut Imam Ahmad (juga Al-Khatabi dan Ibnu Al-Qayyim) maksud dari kata-kata Anak-anak itu tergadai dengan aqiqahnya ialah bahwa pertumbuhan anak itu, baik badan maupun kecerdasan otaknya, atau pembelaannya terhadap ibu bapaknya pada hari kiamat akan tertahan jika ibu bapaknya tidak melaksanakan aqiqah baginya. Ibnu Al-Qayyim menegaskan, bahwa aqiqah itu berfungsi untuk melepaskan bayi yang bersangkutan dari godaan setan.
Jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor, sedangkan untuk anak perempuan seekor.
Tentang kapan sebaiknya aqiqah dilakukan ialah saat bayi berumur 7 hari. Namun jika hal itu tidak mampu dilaksanakan, maka boleh menundanya hingga bayi berumur 14 hari. Jika masih belum mampu juga, boleh dilakukan saat bayi sudah berumur 21 hari.

Hukum Aqiqah
Hukum aqiqah adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi'i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).

Hewan untuk Aqiqah
Sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a., menyatakan:
Rasulullah SAW telah mengaqiqahkan buat Hasan dan Husain masing-masing satu ekor kibasy. (HR Abu Dawud). Dari hadits di atas bisa kita dapatkan petunjuk, bahwa jenis hewan untuk aqiqah sesuai dengan yang pernah dilakukan Rasulullah SAW adalah kibasy. Hewan sejenis yang bisa dipakai adalah kambing dan biri-biri.

Syarat-syarat hewan: yang bisa (sah) untuk dijadikan aqiqah itu sama dengan syarat-syarat hewan untuk kurban, yaitu:

  1. Tidak cacat.
  2. Tidak berpenyakit.
  3. Cukup umur, yaitu kira-kira berumur satu tahun
  4. warna bulu sebaiknya memilih yang berwarna putih.

Persyaratan tersebut sesungguhnya untuk melatih kita agar senantiasa memakan sesuatu yang terbaik, sesuai dengan firman Allah SWT:
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS Al-Baqarah: 267).

Rangkaian Kegiatan Aqiqah:

1. Menamai anak
Nama merupakan sarana yang mudah dan umum digunakan untuk mengenali seseorang dan memperlancar hubungan sosial. Namun demikian janganlah kita terjebak dengan suatu nama. Sebab, baik buruknya seseorang memang tidak terletak pada namanya semata, melainkan pada akhlak dan amal shalehnya.
Dalam pandangan agama, nama juga berfungsi sebagai doa. Orang tua yang memberi anaknya dengan nama Muhammad atau Ahmad misalnya, itu merupakan doa semoga anaknya menjadi orang yang terpuji. Atau mudah-mudahan anak itu tersugesti untuk bersikap dan bertindak dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Tentang pentingnya pemberian nama yang baik Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian, maka baguskanlah nama-namamu". (HR Muslim).

2.Mencukur rambut
Mencukur rambut bayi sebaiknya dilakukan di hadapan sanak keluarga agar mereka mengetahui dan menjadi saksi. Boleh dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Atau jika tidak mampu, bisa diwakilkan kepada ahlinya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam mencukur rambut bayi, yaitu:

  • Diawali dengan membaca basmallah.
  • Arah mencukur rambut dari sebelah kanan ke kiri.
  • Dicukur secara keseluruhan (gundul) sehingga tidak ada kotoran yang tersisa.
  • Rambut hasil cukuran ditimbang dan jumlah timbangan dinilai dengan nilai emas atau perak kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.

Ada beberapa dalil yang menjadi dasar sedekah cukuran rambut yang dinilai dengan emas atau perak, di antaranya:

  • Imam Malik meriwayatkan hadits dari Ja'far bin Muhammad dari ayahnya, ia berkata, Fatimah r.a. menimbang rambut Hasan, Husain dan Zainab, dan Ummu Kultsum, lalu berat timbangan rambut tersebut diganti dengan perak dan disedekahkan.
  • Ibnu Ishaq meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abu Bakar, dari Muhammad bin Ali bin Husain r.a., ia berkata, Rasulullah melaksanakan aqiqah berupa seekor kambing untuk Hasan. Beliau bersabda, Fatimah, cukurlah rambutnya. Fatimah kemudian menimbangnya dan timbangannya mencapai ukuran perak seharga satu dirham atau setengah dirham.
  • Yahya bin Bakr meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk mencukur rambut Hasan pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Lalu rambutnya dicukur dan beliau mensedekahkan perak seberat rambut tadi.

Hikmah Aqiqah
Di antara hikmah di balik pensyariatan aqiqah adalah sebagai berikut:

  • Aqiqah merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah di masa awal ia menghirup udara kehidupan.
  • Aqiqah merupakan tebusan bagi anak dari berbagai musibah, sebagaimana Allah telah menebus Ismail a.s. dengan sembelihan yang besar.
  • Sebagai pembayaran hutang anak agar kelak di hari kiamat ia bisa memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.
  • Merupakan media untuk menunjukkan rasa syukur atas keberhasilan melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya generasi mukmin.
  • Mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat. Dalam hal ini aqiqah bisa menjadi semacam wahana bagi berlangsungnya komunikasi dan interaksi sosial yang sehat.

SEGENAP KELUARGA BESAR H. SATIRIH MENGUCAPKAN:

"SEMOGA ANAK DARI SAUDARA EDWIN MADINA MENJADI ANAK YANG SHALEH & SHALEHAH SERTA SENANTIASA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA, AGAMA DAN BANGSANYA"

100 Hari Nadia

Jumat, tanggal 8 maret 2008]

Hari itu tepat hari Jum'at pada bulan Maret 2008, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi...yah suasana di Kebayoran (Pasar-Becek) tidak jauh dari biasanya, yang sedikit agak berbeda mungkin, biasa jalan utama depan komplek Real Estate (Depan Rel belakangnya Estate) rame...tapi pas saat nyepi, lantas pula ikut-ikutan sepi...salah satunya mungkin libur long week end yang jatuh pada hari Sabtu, so' banyak orang yang 'Nancep' Liburannya sampe hari Minggu. Imbasnya....yah Jakarta yang dihuni oleh banyak pendatang dan transmigran yang berasal dari daerah lain dan sekitarnya, liburan kali ini dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing, atau berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di luar Djakarta.
Tapi untuk daerah Kebayoran terutama komplek Pasar Becek, Hal tersebut gak jauh berbeda...soalnya kita yang tinggal disana gak bisa ngebedain antara libur sama gak libur, alias Gak Ngefek! pasalnya kita libur gak libur....ya libur aja...!!! hauhaha. Tapi, hari itu ada yang sedikit special...(Gak pake Telor ya..Jang!), soalnya ada acara yang akan diadakan pada malam sabtu nanti...mo tahu acaranya?? auh dikau...mo tahuuu ajee! ade dehhh.! itu loch! acara 100 Hari meninggal Dunianya Nadia Indriani binti Nandy Zaelani suami dari Mrs Nurmala alias Nunung. Nadia...anak, keponakan, adek, cucu yang kita sama-sama kenal dan kita sama-sama sayangi telah pergi mendahului kita, kepergiannya yang begitu mendadak dan teramat cepat serta meninggal kisah yang amat mendalam di detik-detik terakhir sebelum almarhumah menghembuskan nafas terakhirnya. Almarhumah...mungkin umurnya jauh lebih kecil dari kita..tapi kesan yang beliau tinggalkan, serta kisah ketika beliau akan menghadap sang Khaliqnya, sungguh amat sangat mengesankan dan patut bersama untuk kita banggakan.
Nadia...mungkin, sosok penampilannya dapat kita kenang karena kepolosan, keluguan, keterbukaan serta kelucuannya sebanding dengan umur belianya. Tapi dibalik perawakannya almarhumah menjadi panutan dan suri tauladan yang terbaik yang dapat kita contoh bersama sebagai Ibroh/experience yang amat berharga. Sungguh..Gambaran seorang Almarhumah bukan sekedar anak biasa, bukan sekedar wanita biasa...kita selaku ayah, ibu, kakak, adik,saudara, paman, bibi, kakek, nenek, saudara, maupun kerabat begitu amat bangga dengan contoh yang almarhumah berikan ketika menjelang ajal menjemput almarhumah. Itulah gambaran terakhir yang merupakan gambaran sosok dari seseorang yang mengakhiri hidupnya dengan Husnul Khatimah...sehingga apabila kami boleh berkata, mungkin inilah gambaran ketika sang Khaliq Allah SWT memanggil Hambanya dengan sebutan:"Yaa..Ayyatuhal Nafsul Muthmainnah...irji'ii ila Robbiki Roodiatan Mardiah..fadkhulii fiii Ibaadii wadkhuliii Jannatii"!. Subhanallah....!! Berbahagialah....berbanggalah....bersuka citalah!!! karena sesungguhnya, Almarhumah...sudah mendapatkan apa yang telah Allah janjikan kepada para hambanya yang sholeh dan shalehah serta yang berjuang menuntut ilmu layaknya seorang yang berjihad di Jalan Allah SWT (Fii Sabilillah)...pahalanya?? tidak lain dan tidak bukan kecuali JannatunNaim..yang mengalir di dalamnya sungai-sungai yang penuh dengan keindahan yang tidak dapat dibayangkan oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga bahkan surga yang Allah janjikan adalah tempat yang tidak pernah sekalipun terlintas gambaran keindahannya di pikiran manusia manapun yang hidup di dunia ini..seperti yang Allah janjikan, siapapun yang tinggal disana akan kekal dan abadi selamanya....subhanallah!!! Selamat Jalan Nadia....semoga Kasih sayang dan cinta, serta keridhaan Allah selalu menyertai engkau di kehidupan yang kekal abadi untuk selamanya......



03 Maret 2008

Selamat Menempuh Hidup Baru

Tanggal 01 Maret 2008 kemaren, daerah kebayoran Lama sepi penduduk...karena sebagian orang yang tinggal disana pergi ke daerah Serang Banten, Kenapa yah? mau tahuuuu ahjee!! ya iya lah...yang pasti ada acara yang ngebikin mereka pada "Minggat" sementara waktu. apaan lagi kalo bukan acara Resepsi Pernikahan Saudara Kite, Achmad Fahri dan istri...
Perjalanan dari Kebayoran Lama menuju lokasi di daerah Gintung Balaraja, Banten cukup memakan waktu, yah kira 1,5 jam dech. iring-iringan konvoi semenjak dari Jakarta lumayan panjang juga, yah sekitar 7-10 mobil yang ikut ke sana. Rame juga sich...plus seru, karena pastinya untuk urusan yang satu ini, apalagi buat "Nyerang" masalah kawinan gini, dijamin dech keluarga H. Satirih paling jagonya...apalagi kalo masalah ngacak2 kampung orang! hehe (Becanda). buktinya yah itu tadi, walaupun perjalanan cukup jauh, tapi yang namanya kita2 orang, gak ada tuch yang protes ataupun males, karena dibawa--Enjoy aJe!!! so' yang jauh jadi deket...n Jauh deket ongkosnya tetep Rp. 2.000,-!!! hUAhaaha.
Sampe dilokasi, kite pade menuju yang namanya Masjid, cuma sayang...komandan Brigade Mobil dipimpin sama si "Kampret"-red. Baca: Kiki. So' yang tadinya mesti parkir di daerah deket pelataran Masjid, jadi harus berjalan jauh untuk menuju Masjid, karena antara parkiran dengan masjid sekitar 50 m. Sebab utamanya, siapa lagi kalo bukan kampret!! doi takut gak bisa belok mobilnye khan baru coy!!! dasar kampret, sekali kampret tetep kampret!!
Ketika rombongan Pengantin pria datang, sambutan dari pihak pengantin wanita cukup hangat dan familiar, yah walaupun hangatnya tidak sedingin ubin untuk kita duduk, tapi paling tidak kesan "welcom to the jungle" (huauha) amat sangat terasa...so' ketika acara dimulai, terasa sekali ke khidmatan mengelilingi prosesi akad nikah dari awal hingga akhir acara.
setelah itu, rombongan beserta konco-konconya dan beberapa perabotan lengong mulai beranjak ke lokasi acara di rumah besan...tapi, lagi lagi urusannya jalan kaki, mungkin kalo kita tahu daerah situ, kita bisa cari jalan potongan yang bisa langsung sampe ke lokasi. Yah, karena kita gak tahu..so kita ikuti alur yang ditunjuk sama si kuncen. Jauh?? ya Getoo dech!! tapi hal itu bukan kendala, toh kita juga sudah kadong laper...apa boleh buat, laper sudah menjadi Lemper!! so biar jauh dilakonin dech, masalahnya Tanki belum ke isi sama sekali Man!!
Tapi kemauan tidak selalu sama dengan hujan!! buktinya, baru beberapa meter rombongan besan dengan slop and atribut kondangannya sedang konvoi melalui rumah warga layaknya pesta 17 agustus-an...tiba-tiba hujan turun dengan deras!! walhasil, rombongan ngacir tunggang langgang, sampe penganten juga lari...sampe kesannya, idihhh besan, nafsu banget kepengen makan!! hahuaha. Padahal disamping menghindar dari Hujan, kita juga kepengen makan...laper coy!! untungnya...hujan bukan sembarang hujan, dan hal itu tidak menyurutkan niat baik kita datang jauh-jauh dari jakarta ke gintung balaraja...hujan terus menggonggong, acara terus berlanjut!! buktinya, walaupun huja....acara ditancep terus!!! peduli amat!!! show must go On!!
Dan, alhamdulillah...walaupun hujan deras, rombongan kocar-kacir...tapi acara pada keseluruhannya berjalan dengan lancar dan terkendali!! kijang 1..kijang 1..!!! pokoknya kita segenap tim redaksi ngucapin:"Yee...Hujannya kecepetan, mestinya ntar malem!!!"..ghahha, salah! kita ngucapin:"SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU YA"