12 Juni 2008

Rahasia Panjang Umur

Bagian Sekertaris

Siapa pun orangnya, tentu ingin berumur panjang. Umur di sini, tentunya bukan sekadar lamanya sisa hidup. Tetapi, sejauh mana seseorang bisa memakmurkan hidupnya, sesuai makna `umr yang artinya memakmurkan hidup dengan kebaikan.



Seseorang bisa berumur panjang meski usianya pendek jika selama hidupnya gemar berbuat baik.


Sebaliknya, seseorang berumur pendek meski usia hidupnya lama karena sedikitnya amal kebaikan selama hidupnya.


Menurut Dr Muhammad Mahmud Abdullah dalam bukunya Asbab Thulil `Umr, ajal Allah itu terbagi dua.

Pertama, ajal yang ditentukan.

Kedua, ajal yang ditangguhkan (dikurangi atau ditambah sesuai kehendak-Nya).


Allah SWT berfirman, ''Sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Allah mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai batas waktu yang ditentukan,'' (QS Nuh [71]: 3-4).

Selanjutnya Dr Mahmud menyebut enam rahasia panjang umur.
Pertama, beriman kepada Allah SWT. Keimanan berarti optimisme hidup. Riset kesehatan membuktikan, seorang yang optimistis menghadapi hidup biasanya berusia panjang daripada mereka yang pesimistis dan penuh kerisauan jiwa.
Dale Carnegie memberi contoh, pernah ada seorang yang berpenyakit akut divonis dokter hidupnya tinggal satu bulan lagi. Ia kalut dan panik menunggu hari-hari kematiannya. Alih-alih terus larut dalam kesedihan, ia lalu menikmati sisa-sisa hidupnya justru dengan keceriaan dan tidak menghiraukan vonis itu. Hasilnya sungguh ajaib, hidupnya ternyata bisa jauh lebih panjang dari perkiraan sang dokter!
Kedua, gemar berbuat baik.
Ketiga, silaturahim, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, perpanjanglah silaturahim,'' (HR Bukhari).
Keempat, zikir dan tasbih. Zikir merupakan bukti bersihnya hati.
Demikian pula ajal suatu bangsa. Sejarah menjadi saksi kebinasaan kaum-kaum yang ingkar pada ajakan kebenaran para nabi. Kaum `Ad, Tsamud, dan kaum Nuh menjadi sepenggal kisah kegetiran manusia. Keselamatan perahu Nuh AS yang ditumpangi orang-orang beriman, simbol lugas bahwa hanya orang-orang berimanlah yang kelak selamat dari azab Allah SWT.
Kekufuran akan mengantarkan siapa pun pada kebinasaan.
Sebagaimana doa Nabi Nuh AS, ''Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.''

27 Mei 2008

TRIK JITU MEMILIH PASANGAN

BUAT PARA JOMBLOWAN DAN JOBLOWATI....

Menikah alias kawin yang baik hanya dilakukan satu kali seumur hidup dan kita akan terus hidup bersama dengan orang yang kita pilih sebagai isteri kita beserta anak yang mungkin kita hasilkan dari pernikahan itu. Memilih pasangan hidup yang tepat adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup dengan banyak aspek dan faktor kriteria pemilihan yang harus dihitung dengan matang. Gadis atau janda semua sama saja di mana anda harus melakukan penjajakan yang cukup sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Kesalahan memilih wanita / cewek / perempuan yang kita nikahi akan berdampak buruk pada kualitas hidup kita di masa depan. Cerai adalah pilihan yang sangat buruk yang bisa diambil ketika semua cara dan upaya telah dicoba untuk membuat hubungan menjadi baik tidak berhasil dan dapat membahayakan jika terus dibiarkan.

Pacaran merupakan salah satu upaya untuk menemukan pasangan hidup yang tepat. Pacaran yang baik tidak melakukan apa yang boleh dilakukan pasangan yang sudah menikah. Melakukan hubungan suami istri yang tidak semestinya justru akan berdampak buruk pada hubungan setelah menikah maupun hubungan setelah menikah dengan gadis lain.

Berikut ini adalah Kriteria Pemilihan Calon Isteri Yang Baik :

1. Saling Jujur / Tidak Suka Bohong, Cinta Dan Setia

Mana ada orang yang suka dibohongi. Pilih wanita yang dapat dipegang kata-katanya dan hanya akan berbohong untuk kepentingan keluarga yang positif. Jika suka bohong anda akan dibuat pusing sama istri anda kelak. Wanita yang setia pada anda akan selalu mencintai anda dan akan selalu berada di samping anda ke mana pun anda pergi dan dalam kondisi apa pun. Cinta juga menjadi yang sangat penting, karena cinta adalah modal dasar dari hubungan suami istri yang baik dan sebaiknya sudah ada sejak status masih pacaran.

2. Penampilan Menarik

Sebaiknya anda mencari perempuan yang dari fisik anda suka namun bukan hasil permak atau dandan tebal. Menarik tidak harus selalu cantik, cakep, ayu, menor, seksi, imut, manis dan sebagainya, tetapi yang tidak membuat anda benci jika melihatnya. Sebisa mungkin cari yang jika anda prediksi puluhan tahun mendatang dapat tetap dapat membuat anda tersenyum bahagia ketika memandang wajahnya. Jangan lupa dengan penampilan anda sendiri ketika sudah menikah. Jangan buat si dia ilfil dan jadi benci sama anda.

3. Taat Ibadah

Ini hal yang penting bagi masa depan keluarga anda. Anak-anak anda nanti akan dibimbing lebih banyak oleh sang ibu. Jika ibunya ugal-ugalan nggak bener kelakuannya, maka bisa ditiru oleh anak. Cari wanita shalihah / solehah yang dapat mendidik anak-anak menjadi manusia yang berakhlak soleh dan mempengaruhi anda untuk beribadah lebih baik lagi.

4. Pandai / Pintar

Jangan mencari jodoh gadis kampung atau cewek kota yang memiliki intelegensia di bawah rata-rata. Penampilan hanya luar saja yang cuma enak dalam urusan ranjang serta bisa selalu kita atur dan mungkin bisa kita bobongi, selingkuh di belakangnya, menikah lagi / kawin lagi, dll. Akan tetapi wanita yang bodoh tidak akan mampu membantu mencari solusi pada saat-saat diperlukan dan mungkin akan terkekang selama hidup dengan kita karena harus selalu menurut pada sang suami. Istri yang pintar bisa membantu mengatur rumah tangga dan mungkin bisa juga membantu finansial / keuangan keluarga dengan melakuka usaha sampingan atau bekerja.

5. Tidak Materialistis / Bukan Cewe Matre

Cewe matre ke laut aje emang bener itu lagu. Jangan cuma cari cewek dari cantiknya saja, tapi dari hatinya. Sebanyak apa pun uang yang kita dapat dari bekerja tidak akan cukup untuk menghidupi seorang isteri matre tidak tahu diuntung. Bisa jadi ketika anda sudah tidak punya uang dan pekerjaan layak anda akan ditinggalkan sendiri begitu saja bersama anak-anak.

6. Kalem / Emosi Stabil Rendah Dan Dapat Menghibur

Istri yang murah senyum, lemah lembut, tidak suka marah dan tidak mudah stres menghadapi problema hidup adalah istri yang baik. Sebelum kawin dan selama berpacaran anda wajib melakukan pengamatan emosional, sikap dan perilaku. Jika pacar anda gampang sekali marah meledak-ledak dan tidak bisa diubah sebaiknya tinggalkan saja. Hidup dimarahi isteri terus-menerus akan membuat anda menderita. Istri yang baik adalah istr yang bisa menghibur di kala suka dan duka dalam berbagai kondisi baik terhadap suami maupun terhadap anak. Pilih juga yang mencintai keluarganya dan keluarga kita masing-masing.

7. Sehat Jasmani Dan Rohani

Pilihlah yang dari segi fisik dan mental / jasmani dan rohani yang sehat wal'afiat. Pilih yang sehat, cerah, gesit, kuat, dan tidak mudah sakit. Dari segi kesuburan pun juga penting jika anda ingin punya keturunan. Jika belum yakin maka sebaiknya anda melakukan pemeriksaan kesehatan berdua saat pranikah. Perhatikan pula keluarganya apakah ada yang punya riwayat penyakit yang dapat menurun dan bisa berakibat fatal. Terkadang suatu penyakit dapat diturunkan ke anak dan atau cucu.

8. Dapat Dikontrol Dan Mengontrol

Di saat isteri melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, berbicaralah dengan baik tanpa emosi bahwa sebaiknya si istri melakukan apa yang kita inginkan beserta alasannya. Begitu juga sebaliknya, di mana kita dapat dikritik isteri pada sikap dan perilaku kita secara kekeluargaan dan baik-baik. Untuk melakukan hal ini diperlukan adanya kesamaan tingkatan atau derajat di mana suami dan isti sama-sama dalam satu tim kepemimpinan yang solid. Bukan hanya suami saja yang jadi pemimpin dan istri cuma manut-manut saja. Umumnya untuk dapat tipe cewek semacam ini adalah yang umur sepantar dan sama-sama pintar.

9. Persetujuan Orang Tua, Keluarga, Teman Dan Sebagainya

Hubungan suami isteri harus didukung oleh orang-oang yang ada di sekitar kita mulai dari orang tua, mertua, teman, kerabat, saudara, teman, tetangga, teman kantor, dan lain-lain. Pernikahan yang emsional tanpa dukungan orang dekat dapat berdampak buruk bagi hubungan di masa mendatang. Yang jelas jika belum mendapat persetujuan, anda harus dapat berbicara dengan baik untuk membela argumentasi anda.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan untuk saat ini pada situs Organisasi.Org ini, kurang lebih mohon maaf dan terima kasih.

29 April 2008

JALAN hidup

APA TUJUAN HIDUPMU KAWAN ?

” Sumiyal Insan Binnisyan ” Dinamakan manusia karena sering pelupa, namun sifat pelupa bukanlah alasan untuk selalu berpura pura lupa dan menjadikannya sebagai alasan dalam segala kelalaian yang diperbuat, karena Allah telah melengkapi ciptaan manusia dengan diberinya akal untuk berfikir dan bertadabbur tentang segala ciptaanNya sehingga sampailah manusia pada derajat kemuliaan yang tidak dimiliki oleh mahluk lainnya, adalah suatu kebanggaan yang harus dibanggakan dengan menggunakan akal tersebut berdasarkan jalan dan batas batas yang telah ditunjukan dan telah dibatasi oleh agama, bukan berarti agama adalah pembatas atau menyempitkan dan melarang adanya kebebasan berfikir meliankan agama itu bersifat universal sebagai penunjuk dan pedoman agar tidak salah dalam menggunakan akal tersebut.
Dan salah satu peran utama akal yang diberikan adalah untuk berfikir mengapa akal tersebut diberikan sehingga kita akan mengetahui bagaimana untuk menggunakan akal tersebut, sebagian besar di antara kita hanya tau bagaimana untuk menggunakan akal namun belum mengetahui dan sadari mengapa akal tersebut diberikan yang membuat mereka sering mengakal akali apa yang belum dapat dijangkau oleh akal yang menimbulkan banyaknya konflik, bila manusia telah mengetahui mengapa diberikan akal maka ia akan sampai pada tujuan hidupnya yang mulia.
Akal dari segi bahasa, bisa berarti Qalb ( hati ) , menahan diri dari hawa nafsu dan keinginan keinginan yang ada di hati, bisa juga berarti apa yang dipikirkan dan direnungkan dalam hati , menahan diri dari bahaya dan kebinasaan, atau bisa berarti suatu keistimewaan yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya atau juga bisa berarti memahami. Dari semua arti yang ada menunjukkan bahwa akal itu tempatnya di hati, bersumber dari hati untuk berfikir dan memahami serta menahan diri dari segala keburukan yang akan menimpa sebelum dan sesudahnya sebagai tanda keistimewaan manusia dibanding mahluk lainnya, jelas dari arti akal tersebut, menunjukkan bahwa akal itu digunakan kepada hal hal yang baik dan bermanfaat serta jauh dari segala keburukan dan kebinasaan, jika akal tersebut digunakan sesuka hati berarti akal itu telah keluar dari definisi akal itu sendiri dimana pelakunya dapat disamakan dengan binatang. sebagai mana dalam Al qur’an disebutkan “Mereka mempunyai hati, tetapi tidak untuk memahami ayat Tuhan, mereka mempunyai mata tapi tidak untuk melihat, mereka mempunyai telinga tetapi tidak untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat dari binatang. Itulah orang-orang yang lalai.”
Keistimewaan yang diberikan adalah pengontrol terhadap segala tindak tanduk sebelum dan sesudah berbuat dengan bertanya kepada hati, dikelola oleh akal dan diseragamkan dengan agama, untuk dapatkan jawaban apakah sesuatu itu mendatangkan kebaikan atau keburukan. Hati adalah tempat mencurahkan segala masalah, akal sebagai kawan yang membantu dan agama adalah penyelesaian dari segala masalah, olehnya itu perbanyak melontarkan pertanyaan mengapa dan mengapa kepada hati agar lebih mengetahui apa yang belum diketahui dan lebih banyak mengetahui apa yang telah diketahui dengan cara mengintropeksi diri.
Mengetahui tujuan hidup tidak akan terlepas dari siapa yang memberikan kehidupan sebagai asal kehidupan itu sendiri, dan mengetahui asal dari kehidupan tidak bisa terlepas dari pengenalan terhadap diri sendiri, sebagai mana dijelaskan oleh Imam Ali a.s. dalam Nahjul Balaghah bahwa, “Awwaluddiin ma’rifatuhuu…” artinya “Awal agama adalah mengenal Allah”. Yang telah memberikan kehidupan. Dalam kesempatan yang lain Imam Ali a.s. menyatakan, “Siapa yang mengenal dirinya pasti mengenal Tuhannya”. karan diri adalah ego yang sering membuat manusia itu egois dengan dirinya, lupa akan siapa dirinya yang tercipta dari segumpal darah menjadi segumpal daging serta tanah tak tak bernilai, jika manusia sadar mengapa dia tercipta dari tanah yang rendah dan slalu diinjak injak pasti dia akan menyadari bahwa hidupnya hanyalah seorang budak yang setiap saat tunduk serta merendahkan diri dan siap untuk menerima injakan dan cobaan dari Penciptanya. Dalam hal ini Self-managing sangat berperan untuk lebih mengetahui dengan jelas apa yang ingin kita capai, selanjutnya adalah mengelola diri kita untuk mencapai tujuan tersebut.
Manusia itu Ada dari tiada menjadi ada dan akan tiada untuk ada, manusia lahir dalam keadaan lemah kemudian tumbuh besar menjadi kuat, sakit dikit menjadi lemah sembuh merasa kuat tua menjadi lemah, manusia itu dari lahir bodoh kemudian belajar menjadi pintar semakin blajar semakin merasa bodoh dan ahirnya akan menjadi pintar, tua renta akan semakin pelupa dst. Daur kehidupan haruslah difikirkan dan direnungkan agar lebih mengetahui tujuan dari hidup ini. Daur kehidupan ini akan terjawab setelah kita merenungi dan memahami ” Dari mana dan akan ke mana?” yang menuntut kita untuk mencari jawabannya. Di dalam Alquran ditegaskan bahwa, “… Sesungguhnya kita semua kepunyaan Allah dan akan kembali kepada-Nya” menunjukan bahwa tujuan kita hidup semata mata untuk kembali kepadaNya Sang Maha Pencipta, kata kasarnya, tujuan hidup kita adalah Mati, Namun kita tidak bisa melupakan atau mengenyampingkan Apa Tugas yang dibebani oleh Allah S.W.T dalam mengisi hidup di dunia untuk dipertanggungjawabkan setelah mencapai tujuan hidup nanti.
Manusia tidak tahu kapan akan mencapai tujuan hidupnya yaitu mati, karena itu siapkanlah diri untuk menghadapi kematian dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, “Belajarlah mati sebelum mati” (Muutuu qabla an tamuutuu), yaitu belajar dan berusaha agar kita selalu siap, agar sewaktu-waktu bila telah sampai pada tujuan, kembalilah dengan selamat dan bahagia. yaitu matinya orang orang yang bertakwa, yang hatinya selalu berzikir dan ingat kepada Allah dalam keadaan apa pun, dalam Al qur’an dijelaskan ” Wajah-wajah mereka (orang-orang beriman) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat kepada Tuhannya.
Semoga kita Termasuk orang orang yang berseri seri mukanya dalam meraih tujuan hidup dan semoga kita termasuk orang orang yang berhasil di dunia dan di akherat kelak, dan semoga jalan untuk mencapai tujuan hidup diawali dengan husnul khatimah, amieenn.

Pesan Perkawinan



Pesan-pesan Al Quran Tentang Tujuan Hidup

BismillahirrahmaanirahiimDengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya
Nasehat ini untuk semuanya ..........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.
Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci...........
ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.....
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan.....
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu".....
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng..
Lihatlah manusia teragung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........ Menjahit bajunya yang robek........
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu".....
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu....
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih, tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mutatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karenamenuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya......
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth.....
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu....
Didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sangsuami Muhammad saw menerima tugas risalah.....
Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam....
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...
Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan.....
Kecintaannya terhadapmu akanmemaksanya menjadi pendurhaka...... jangan..........
Jika engkau menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul HakimJadilah bapak yang tegas seperti IbrahimJadilah bapak yang kasih seperti Muhammad sawAjaklah anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....Anak yang bisa membawa kebahagiaan.
Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....

Amin....

19 April 2008

Maulid Nabi Muhammad SAW

Merenungi Makna Maulid Nabi

Kelahiran seorang manusia sebetulnya merupakan perkara yang biasa saja. Bagaimana tidak? Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit dunia ini tidak henti-hentinya menyambut bayi-bayi manusia yang baru lahir. Karena perkara yang biasa-biasa saja, tidak terasa bahwa dunia ini telah dihuni lebih dari 6 miliar jiwa.
Karena itulah barangkali, Nabi kita, Rasulullah Muhammad saw., tidak menjadikan hari kelahirannya sebagai hari yang istimewa. Demikian juga keluarga maupun para sahabat beliau. Wajar jika dalam Sirah Nabi saw. dan dalam sejarah otentik para sahabat beliau, sangat sulit ditemukan tentang adanya fragmen Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., baik yang dilakukan oleh Nabi saw. sendiri maupun oleh para sahabat beliau. Sebab, sebagaimana manusia lainnya, secara fisik atau lahiriah, memang tidak ada yang istimewa pada diri Muhammad sebagai manusia, selain beliau adalah seorang Arab dari keturunan yang dimuliakan di tengah-tengah kaumnya. Wajarlah jika Allah SWT., melalui lisan beliau sendiri, berfirman:
Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa seperti kalian...” (QS Fushshilat [41]: 6). Kelahiran seorang manusia sebetulnya merupakan perkara yang biasa saja. Bagaimana tidak? Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit dunia ini tidak henti-hentinya menyambut bayi-bayi manusia yang baru lahir. Karena perkara yang biasa-biasa saja, tidak terasa bahwa dunia ini telah dihuni lebih dari 6 miliar jiwa.
Karena itulah barangkali, Nabi kita, Rasulullah Muhammad saw., tidak menjadikan hari kelahirannya sebagai hari yang istimewa. Demikian juga keluarga maupun para sahabat beliau. Wajar jika dalam Sirah Nabi saw. dan dalam sejarah otentik para sahabat beliau, sangat sulit ditemukan tentang adanya fragmen Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., baik yang dilakukan oleh Nabi saw. sendiri maupun oleh para sahabat beliau. Sebab, sebagaimana manusia lainnya, secara fisik atau lahiriah, memang tidak ada yang istimewa pada diri Muhammad sebagai manusia, selain beliau adalah seorang Arab dari keturunan yang dimuliakan di tengah-tengah kaumnya. Wajarlah jika Allah SWT., melalui lisan beliau sendiri, berfirman:
Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa seperti kalian...” (QS Fushshilat [41]: 6).
Lalu mengapa setiap tahun kaum Muslim saat ini begitu antusias memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.; sesuatu yang bahkan tidak dilakukan oleh Nabi saw. sendiri dan para sahabat beliau?
Berbagai jawaban atau alasan dari mereka yang memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. biasanya bermuara pada kesimpulan, bahwa Muhammad saw. memang manusia biasa, tetapi beliau adalah nabi dan rasul yang telah diberi wahyu; beliau adalah pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kelahirannya sangat layak diperingati. Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sendiri tidak lain merupakan sebuah sikap pengagungan dan penghormatan (ta‘zhîman wa takrîman) terhadap beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul; sebagai pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam.
Jika memang demikian kenyataannya, kita dapat memahami makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diselenggarakan setiap tahun oleh sebagian kaum Muslim saat ini, yakni sebagai bentuk pengagungan dan penghormatan beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul Allah. Itulah yang menjadikan beliau sangat istimewa dibandingkan dengan manusia yang lain. Keistimewaan beliau tidak lain karena beliau diberi wahyu oleh Allah SWT, yang tidak diberikan kepada kebanyakan manusia lainnya. Allah SWT berfirman (masih dalam surah dan ayat yang sama):
Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa seperti kalian. (Hanya saja) aku telah diberi wahyu, bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, tetaplah kalian istiqamah pada jalan yang menuju kepada-Nya.” (QS Fushshilat [41]: 6).
Makna Kelahiran Muhammad saw.
Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia, agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika kaum Muslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Sebab, Allah SWT telah berfirman:
Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. (QS al-Hasyr [59]: 7).
Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw.—yang antara lain diekspresikan dengan Peringatan Maulid Nabi saw.—sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad saw. adalah kekasih-Nya. Jika memang demikian kenyataannya, maka kaum Muslim wajib mengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya, bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja. Allah SWT berfirman:
Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku.” (QS Ali Imran [3]: 31) .

Dalam ayat di atas, frasa fattabi‘ûnî (ikutilah aku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (takhshîsh), pembatasan (taqyîd), atau penekanan (tahsyîr) hanya pada aspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw. Demikian juga dalam firman Allah SWT berikut:
Sesungguhnya dalam diri Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik. (QS al-Ahzab [33]: 21).
Ayat di atas juga bermakna umum; tidak membatasi bahwa keteladanan Rasulullah saw. yang baik hanya dalam masalah ibadah ritual atau akhlaknya saja.
Dengan demikian, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya: mulai dari akidah dan ibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalah yang dilakukannya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan pemerintahan. Sebab, Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, dan haji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkan sanksi-sanksi hukum (‘uqûbat) bagi pelaku kriminal, dan mengatur pemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanya layak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja, tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak.
Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkan riba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem kapitalisme; tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankan pendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam (seperti qishâsh, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina, cambuk bagi pemabuk, hukuman mati bagi yang murtad, dll); juga tidak mau mengatur pemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justru pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalam kedudukannya sebagai kepala Negara Islam (Daulah Islamiyah)?
Kelahiran Nabi saw.: Kelahiran Masyarakat Baru
Sebagaimana diketahui, masa sebelum Islam adalah masa kegelapan, dan masyarakat sebelum Islam adalah masyarakat Jahiliah. Akan tetapi, sejak kelahiran (maulid) Muhammad saw. di tengah-tengah mereka, yang kemudian diangkat oleh Allah sebagai nabi dan rasul pembawa risalah Islam ke tengah-tengah mereka, dalam waktu hanya 23 tahun, masa kegelapan mereka berakhir digantikan dengan masa ‘cahaya'; masyarakat Jahiliah terkubur digantikan dengan lahirnya masyarakat baru, yakni masyarakat Islam. Sejak itu, Nabi Muhammad saw. adalah pemimpin di segala bidang. Ia memimpin umat di masjid, di pemerintahan, bahkan di medan pertempuran. Ia tampak seperti seorang dokter jiwa yang mengubah jiwa manusia yang biadab menjadi jiwa yang memancarkan peradaban. Ia juga seorang politikus yang berhasil mempersatukan suku-suku Arab hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad. Ia juga pemimpin ruhani yang melalui aktivitas ibadahnya telah mengantarkan jiwa para pengikutnya ke alam kelezatan samawiah dan keindahan suasana ilahiah.
Karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa makna terpenting dari kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah keberadaannya yang telah mampu membidani kelahiran masyarakat baru, yakni masyarakat Islam; sebuah masyarakat yang tatanan kehidupannya diatur seluruhnya oleh aturan-aturan Islam.

Renungan
Dari paparan di atas, jelas bahwa Peringatan Maulid Nabi saw. sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan.
Karena aturan-aturan Islam—sebagaimana aturan-aturan lain—tidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara politik dakwah Rasulullah saw. akan mengancam kedudukan dan kekuasaan mereka. Itulah yang menjadi alasan orang-orang seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Walid bin Mughirah, dan para pemuka bangsa Arab lainnya sangat keras menentang dakwah Rasulullah saw. Akan tetapi, semua penentangan itu akhirnya dapat diatasi oleh Rasulullah sampai beliau berhasil menegakkan kekuasaannya di Madinah sekaligus melibas kekuasaan mereka di Makkah. Rasulullah saw. bahkan berhasil menegakkan kekuasaan Islam sekaligus menghancurkan kekuasaan orang-orang kafir di seluruh jazirah Arab.
Walhasil, dakwah seperti itulah yang juga harus dilakukan oleh kaum Muslim saat ini, yakni dakwah untuk menegakkan kekuasaan Islam yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam, sekaligus yang akan meruntuhkan kekuasaan rezim kafir yang telah memberlakukan aturan-aturan kufur selama ini. Hanya dengan itulah Peringatan Maulid Nabi saw. yang diselenggarakan setiap tahun akan jauh lebih bermakna.
Sebagai catatan akhir, marilah kita sambut seruan dakwah Islam dengan melibatkan diri bersama-sama dengan para pengemban dakwah untuk menegakkan syariat Islam dan membidani lahirnya kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, dalam wadah Daulah Khilafah Islamiyah . Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang beriman, sambutlah seruan Allah dan Rasul-Nya jika Allah dan Rasul-Nya menyeru kalian menuju sesuatu yang akan menghidupkan kalian. (QS al-Anfal [8]: 24).

Perkawinan

INDAHNYA PERKAWINAN
Istri yang paling baik adalah yang membahagiakanmu, saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kala kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan dirimu bila kamu tidak ada disisinya. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada beberapa orang sahabat menemui Aisyah memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah. Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang ia berkata: ?Kaana Kullu Amrihi Ajaba? [Aah?semua perilakunya indah].

Allah berfirman:
?Diantara tanda-tanda keangungan Allah, ialah Dia ciptakan bagimu, dari jenis-jenismu sendiri, pasangan-pasangannya. Supaya kamu hidup tentram bersamanya, dan Allah jadikan bagimu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berfikir?. [QS 30 : 21]

Ayat ini ditempatkan Allah pada rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Tentang tegaknya langit, terhamparnya bumi, gemuruh halilintar dann keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat ini Dia ingin mengajarkan kepada kita betapa Dia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan hidup manusia yang bersedia berdiri dengan setia disamping kita, yang mau mendengar bukan saja kata-kata yang diucapkan, melainkan juga jeritan hati yang tidak terungkapkan, yang mau menerima perasaan tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih, yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh lemah dan memperkuat hati.

Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu Akad Nikah, agar hubungan antara pecinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang. Dengan dua kalimat yang sederhana ?Ijab dan Qabul? terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsu pun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur?an menyebut Akad Nikah sebagai Mitsaqon Ghalidon [perjanjian yang berat]. Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al Qur?an. Pertama, ketika Allah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul ?Azmi [QS 33 : 7]. Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur diatas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah [QS 4 : 154]. Dan Ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan [QS 4 : 21].

Peristiwa Akad Nikah bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah. Akad Nikah tidak saja disaksikan oleh kedua orang tuanya, saudara dan sahabat-sahabat tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi dan terutama sekali disaksikan oleh Allah Rabbul Izzati [Penguasa Alam Semesta]. Maka apabila kamu sia-siakan perjanjian ini, ikatan yang sudah terbuhul, janji yang terpatri, kamu bukan hanya harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir, tetapi juga dihadapan Allah Rabbul Alamin.

?Laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya, dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya.? [HR Bukhori dan Muslim]

?Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dan lembut terhadap keluarganya?. [HR Bukhari]

Seorang isteri boleh memberi apa saja yang ia miliki. Tetapi, bagi seorang suami, tidak ada pemberian isteri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Di luar rumah, sang suami boleh jadi diguncangkan oleh berbagai kesulitan, ia menemukan wajah-wajah tegar, mata-mata tajam, ucapan-ucapan kasar, dan pergumulan hidup yang berat. Ia ingin ketika pulang ke rumah, disitu ditemukan wajah yang ceria, mata yang sejuk, ucapan yang lembut dam berlindung dalam keteduhan kasih sayang sang isteri [seperti cerita puteri salju-nya Anderson]. Ia ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan kehangatan air mata yang terbit dari samudera kasih sayang sang isteri.

Rasulullah bersabda:
?Isteri yang terbaik adalah isteri yang, membahagiakanmu saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kalau kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya san hartamu bila kamu tidak ada disisinya.?

Rasulullah bersabda bahwa surga terletak dibawah kaki kaum Ibu. Maka apakah rumah tangga yang dibangun hari ini akan menjadi surga atau neraka, tergantung pada sang ibu rumah tangga. Rumah tangga akan menjadi surga apabila disitu dihiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.

Allah SWT berfirman:
?Wahai wanita, ingatlah ayat-ayat Allah dan hikmah yang dibacakan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui.? [QS 33 : 34]

Suatu saat, kelak bila perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, bila impian remaja menjadi kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit harapan diguncangkan gempa cobaan, tetaplah teguh disamping sang suami, tetaplah tersenyum walau langit semakin mendung.

Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia. Dan Aisyah, ia bercerita bagaimana Rasulullah SAW memuliakannya: ?Di rumah, kata Aisyah, ?Rasulullah melayani keperluan isterinya, memasak, menyapu lantai, memerah sesu dan memebrsihkan pakaian. Dia memanggil isterinya dengan gelaran yang baik?. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada bebarapa orang sahabat menemui Aisyah, memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah SAW. Aisyah sesaat tidak menjawab pertanyaan itu. Air matanya berderai kemudian dengan naafas panjang ia berkata: ?Kaana Kullu Amrihi Ajaba?? [Ah?semua perilakunya indah]. Ketika didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona, Aisyah kemudian menceritakan bagaimana Rasul yang mulia di tengah malam bangun dan meminta ijin kepada Aisyah untuk shalat malam ?Ijinkan aku beribadah kepada Rabb-ku? ujar Rasulullah SAW kepada Aisyah.

Rasulullah bersabda:
"Seandainya aku boleh memerintahkan kepada manusia bersujud kepada manusia lain, aku akan perintahkan para isteri untuk bersujud kepada suami mereka karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka.? [HR. Tirmidzi]

Banyak isteri yang menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. Jarang terpikir oleh mereka bagaimana membahagiakan suami. Padahal cinta dan kasih sayang akan tumbuh dan subur dalam suasana ?memberi? bukan ?mengambil?. Cinta adalah ?sharing? saling membagi. Cinta tidak akan diperoleh kalau yang ditebarkan adalah kebencian. Kasih sayang tidak akan dapat diraih bila yang disuburkan adalah dendam dan kekecewaan.

Marie von Ebner Eschebach berkata:
?Bila di dunia ini ada surga, surga itu adalah pernikahan yang bahagia tetapi bila di dunia ini ada neraka, neraka adalah pernikahan yang gagal?. Karena itulah Islam dengan penuh perhatian mengatur urusan rumah tangga.

Ribuan tahun yang silam, di Padang Arafah, saat haji wada? Rasulullah menyampaikan khotbah perpisahannya & perhatikan apa yang diwasiatkannya pada waktu itu, ?Wahai manusia, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai isteri dengan amanat Allah. Dia halal-kan kehormatan mereka dengan kalimat-Nya. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas isterimu, dan isterimupun berhak atas kamu. Ketahuilah aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap isteri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya dan kamupun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain dari itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya kepada mereka?. [HR. Muslim dan Turmudzi]

Rasulullah bersabda:
?Ada dua dosa yang akan didahulukan Allah siksanya di dunia ini juga, yaitu: Al-bagyu dan durhaka kepada orang tua?. [HR. Turmudzi, Bukhari dan Thabrani]

Al-bagyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat dzalim/aniaya terhadap orang lain. Al-bagyu yang paling dimurkai Allah adalah berbuat dzalim kepada isteri sendiri, yaitu menelantarkan isteri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya, mengabaikan dalam mengambil keputusan, dan mencabut haknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup bersama-sama. Karena itulah Rasulullah mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari cara ia bergaul dengan isterinya, Nabi yang mulia bersabda: ?Tidak akan memuliakan wanita kecualli laki-laki yang mulia, dan tidak akan merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah pula?.

Pada saat perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, impian remaja telah berganti menjadi kenyataan yang pahit, dan bukti-bukti harapan diguncangkan gempa cobaan, tidak ada yang paling menyejukkan sang suami selain pemandangan yang mengharukan. Ia bangun di malam hari, di dapatinya sang isteri tidak ada di sampingnya. Tetapi, kemudian ia dengar suara yang sangat dikenalnya. Diatas sajadah, diatas lantai yang dingin, ia menyaksikan seorang wanita bersujud. Suaranya bergetar. Ia memohon agar Allah menganugerahkan pertolongan bagi suaminya. Pada saat seperti itu sang suami akan mengangkat tangannya ke langit dan bersamaan tetes-tetes air matanya ia berdoa:

?Ya Allah, karuniakan kepada kami isteri dan keturunan yang menentramkan hati kami, dan jadikanlah kami penghulu orang-orang yang bertaqwa?.

Suatu saat Aisyah ra bercerita lama, setelah meninggalnya Khadijah ra. ?Hampir setiap kali Rasulullah akan keluar rumah, beliau meyebutkan nama Khadijah seraya memujinya. Sehingga pada suatu hari ketika beliau menyebutkan lagi, timbul rasa cemburuku dan kukatakan kepadanya, ?Bukankah ia hanya seorang wanita yang sudah tua, sedangkan Allah telah memberi pengganti yang lebih baik dari dia?? Mendengar itu Rasulullah kelihatan sangat marah, sehingga bagian depan rambutnya bergetar karenanya. Lalu ia berkata, ?Tidak demi Allah! Aku tidak mendapat pengganti yang lebih baik dari dia?! Dia beriman kepadaku ketika orang lainn mendustakanku. Dia membantu dengan hartaku ketika tak seorangpun selain dia memberiku sesuatu dan Allah telah menganugerahkan keturunan daripadanya dan tidak dari isteri-isteriku yang lain? [Al Hadits]

?Bila seorang wanita meninggal dunia, dan suaminya ridho sekali dengan tingkah lakunya semasa hidupnya, maka wanita itu masuk surga?. [HR. Turmudzi dan Ibnu Majah]

Ya Allah?
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah?
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma?rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat seta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

Ya Allah?
Hari ini dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.

Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu. Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.

Ya Allah?
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa?Allah teladan yang baik bagi manusia.

YaAllah?
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah?
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Amiin?

11 Maret 2008

AQIQAH ANAK EDWIN MADINA

Aqiqah:
Kelahiran seorang anak bagi sebuah keluarga akan menambah kebahagiaan dan kerukunan rumah tangga. Mengikut sunnah Rasulullah SAW mengadakan aqiqah dan memberikan dagingnya sebagai sedekah kepada tetangga akan menambah keberkahan dan lebih mempererat tali silaturahim. Mengadakan aqiqah juga merupakan cerminan rasa suka cita dan bahagia atas kelahiran seorang anak. Sabda Nabi SAW:
"Barangsiapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai hendak membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melakukannya". Membekali anak dengan dasar syariat sejak dini merupakan wujud tanggung jawab orang tua kepada si anak dalam mengarungi kehidupannya yang jauh lebih berat dari yang dihadapi orang tuanya pada saat sekarang khususnya dalam menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi ini.

Pengertian Aqiqah :
Aqiqah berasal dari kata aqqa yang artinya memotong atau membelah. Ada yang mengungkapkan bahwa aqiqah artinya rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sejak lahir. Ada lagi mengartikan bahwa aqiqah ialah nama kambing yang disembelih untuk kepentingan bayi.
Adapun dalil yang menyatakan, bahwa kambing yang disembelih itu dinamakan aqiqah antara lain adalah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bazzar dari Atha', dari Ibnu Abbas secara marfu:
Bagi seorang anak laki-laki dua ekor aqiqah dan seorang anak perempuan seekor.
Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan aqiqah diindonesiakan menjadi aqiqah adalah serangkaian ajaran Nabi SAW untuk anak yang baru lahir yang terdiri atas mencukur rambut bayi, memberi nama, dan menyembelih hewan.

Dalil Tentang Aqiqah:

Hadits-hadits yang menjadi dasar disyariatkannya aqiqah cukup banyak, antara lain:

  1. Hadits riwayat Imam Ahmad:
    "Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama".
  2. Hadits riwayat Aisyah r.a.:
    "Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor dan untuk wanita seekor".
  3. Hadits riwayat Aisyah r.a. yang lain:
    "Rasulullah SAW pernah membuat aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ketujuhnya". (HR Ibnu Hibban, Hakim, dan Baihaqi).
  4. Hadits yang diriwayatkan dari Salman bin Amar Adh-Dhahabi:
    "Sesungguhnya bersama anak itu ada hak diaqiqahi, maka tumpahkanlah darah baginya (dengan menyembelih hewan) dan buanglah penyakit darinya (dengan mencukur rambutnya)". (HR Bukhari).
  5. Hadits riwayat Abu Buraidah r.a.:
    "Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya". (HR Baihaqi dan Thabrani).

Keterangan dari hadits-hadits di atas:
Menurut Imam Ahmad (juga Al-Khatabi dan Ibnu Al-Qayyim) maksud dari kata-kata Anak-anak itu tergadai dengan aqiqahnya ialah bahwa pertumbuhan anak itu, baik badan maupun kecerdasan otaknya, atau pembelaannya terhadap ibu bapaknya pada hari kiamat akan tertahan jika ibu bapaknya tidak melaksanakan aqiqah baginya. Ibnu Al-Qayyim menegaskan, bahwa aqiqah itu berfungsi untuk melepaskan bayi yang bersangkutan dari godaan setan.
Jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor, sedangkan untuk anak perempuan seekor.
Tentang kapan sebaiknya aqiqah dilakukan ialah saat bayi berumur 7 hari. Namun jika hal itu tidak mampu dilaksanakan, maka boleh menundanya hingga bayi berumur 14 hari. Jika masih belum mampu juga, boleh dilakukan saat bayi sudah berumur 21 hari.

Hukum Aqiqah
Hukum aqiqah adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi'i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha).

Hewan untuk Aqiqah
Sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a., menyatakan:
Rasulullah SAW telah mengaqiqahkan buat Hasan dan Husain masing-masing satu ekor kibasy. (HR Abu Dawud). Dari hadits di atas bisa kita dapatkan petunjuk, bahwa jenis hewan untuk aqiqah sesuai dengan yang pernah dilakukan Rasulullah SAW adalah kibasy. Hewan sejenis yang bisa dipakai adalah kambing dan biri-biri.

Syarat-syarat hewan: yang bisa (sah) untuk dijadikan aqiqah itu sama dengan syarat-syarat hewan untuk kurban, yaitu:

  1. Tidak cacat.
  2. Tidak berpenyakit.
  3. Cukup umur, yaitu kira-kira berumur satu tahun
  4. warna bulu sebaiknya memilih yang berwarna putih.

Persyaratan tersebut sesungguhnya untuk melatih kita agar senantiasa memakan sesuatu yang terbaik, sesuai dengan firman Allah SWT:
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS Al-Baqarah: 267).

Rangkaian Kegiatan Aqiqah:

1. Menamai anak
Nama merupakan sarana yang mudah dan umum digunakan untuk mengenali seseorang dan memperlancar hubungan sosial. Namun demikian janganlah kita terjebak dengan suatu nama. Sebab, baik buruknya seseorang memang tidak terletak pada namanya semata, melainkan pada akhlak dan amal shalehnya.
Dalam pandangan agama, nama juga berfungsi sebagai doa. Orang tua yang memberi anaknya dengan nama Muhammad atau Ahmad misalnya, itu merupakan doa semoga anaknya menjadi orang yang terpuji. Atau mudah-mudahan anak itu tersugesti untuk bersikap dan bertindak dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Tentang pentingnya pemberian nama yang baik Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian, maka baguskanlah nama-namamu". (HR Muslim).

2.Mencukur rambut
Mencukur rambut bayi sebaiknya dilakukan di hadapan sanak keluarga agar mereka mengetahui dan menjadi saksi. Boleh dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Atau jika tidak mampu, bisa diwakilkan kepada ahlinya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam mencukur rambut bayi, yaitu:

  • Diawali dengan membaca basmallah.
  • Arah mencukur rambut dari sebelah kanan ke kiri.
  • Dicukur secara keseluruhan (gundul) sehingga tidak ada kotoran yang tersisa.
  • Rambut hasil cukuran ditimbang dan jumlah timbangan dinilai dengan nilai emas atau perak kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.

Ada beberapa dalil yang menjadi dasar sedekah cukuran rambut yang dinilai dengan emas atau perak, di antaranya:

  • Imam Malik meriwayatkan hadits dari Ja'far bin Muhammad dari ayahnya, ia berkata, Fatimah r.a. menimbang rambut Hasan, Husain dan Zainab, dan Ummu Kultsum, lalu berat timbangan rambut tersebut diganti dengan perak dan disedekahkan.
  • Ibnu Ishaq meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abu Bakar, dari Muhammad bin Ali bin Husain r.a., ia berkata, Rasulullah melaksanakan aqiqah berupa seekor kambing untuk Hasan. Beliau bersabda, Fatimah, cukurlah rambutnya. Fatimah kemudian menimbangnya dan timbangannya mencapai ukuran perak seharga satu dirham atau setengah dirham.
  • Yahya bin Bakr meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk mencukur rambut Hasan pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Lalu rambutnya dicukur dan beliau mensedekahkan perak seberat rambut tadi.

Hikmah Aqiqah
Di antara hikmah di balik pensyariatan aqiqah adalah sebagai berikut:

  • Aqiqah merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah di masa awal ia menghirup udara kehidupan.
  • Aqiqah merupakan tebusan bagi anak dari berbagai musibah, sebagaimana Allah telah menebus Ismail a.s. dengan sembelihan yang besar.
  • Sebagai pembayaran hutang anak agar kelak di hari kiamat ia bisa memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.
  • Merupakan media untuk menunjukkan rasa syukur atas keberhasilan melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya generasi mukmin.
  • Mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat. Dalam hal ini aqiqah bisa menjadi semacam wahana bagi berlangsungnya komunikasi dan interaksi sosial yang sehat.

SEGENAP KELUARGA BESAR H. SATIRIH MENGUCAPKAN:

"SEMOGA ANAK DARI SAUDARA EDWIN MADINA MENJADI ANAK YANG SHALEH & SHALEHAH SERTA SENANTIASA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA, AGAMA DAN BANGSANYA"

100 Hari Nadia

Jumat, tanggal 8 maret 2008]

Hari itu tepat hari Jum'at pada bulan Maret 2008, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi...yah suasana di Kebayoran (Pasar-Becek) tidak jauh dari biasanya, yang sedikit agak berbeda mungkin, biasa jalan utama depan komplek Real Estate (Depan Rel belakangnya Estate) rame...tapi pas saat nyepi, lantas pula ikut-ikutan sepi...salah satunya mungkin libur long week end yang jatuh pada hari Sabtu, so' banyak orang yang 'Nancep' Liburannya sampe hari Minggu. Imbasnya....yah Jakarta yang dihuni oleh banyak pendatang dan transmigran yang berasal dari daerah lain dan sekitarnya, liburan kali ini dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing, atau berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di luar Djakarta.
Tapi untuk daerah Kebayoran terutama komplek Pasar Becek, Hal tersebut gak jauh berbeda...soalnya kita yang tinggal disana gak bisa ngebedain antara libur sama gak libur, alias Gak Ngefek! pasalnya kita libur gak libur....ya libur aja...!!! hauhaha. Tapi, hari itu ada yang sedikit special...(Gak pake Telor ya..Jang!), soalnya ada acara yang akan diadakan pada malam sabtu nanti...mo tahu acaranya?? auh dikau...mo tahuuu ajee! ade dehhh.! itu loch! acara 100 Hari meninggal Dunianya Nadia Indriani binti Nandy Zaelani suami dari Mrs Nurmala alias Nunung. Nadia...anak, keponakan, adek, cucu yang kita sama-sama kenal dan kita sama-sama sayangi telah pergi mendahului kita, kepergiannya yang begitu mendadak dan teramat cepat serta meninggal kisah yang amat mendalam di detik-detik terakhir sebelum almarhumah menghembuskan nafas terakhirnya. Almarhumah...mungkin umurnya jauh lebih kecil dari kita..tapi kesan yang beliau tinggalkan, serta kisah ketika beliau akan menghadap sang Khaliqnya, sungguh amat sangat mengesankan dan patut bersama untuk kita banggakan.
Nadia...mungkin, sosok penampilannya dapat kita kenang karena kepolosan, keluguan, keterbukaan serta kelucuannya sebanding dengan umur belianya. Tapi dibalik perawakannya almarhumah menjadi panutan dan suri tauladan yang terbaik yang dapat kita contoh bersama sebagai Ibroh/experience yang amat berharga. Sungguh..Gambaran seorang Almarhumah bukan sekedar anak biasa, bukan sekedar wanita biasa...kita selaku ayah, ibu, kakak, adik,saudara, paman, bibi, kakek, nenek, saudara, maupun kerabat begitu amat bangga dengan contoh yang almarhumah berikan ketika menjelang ajal menjemput almarhumah. Itulah gambaran terakhir yang merupakan gambaran sosok dari seseorang yang mengakhiri hidupnya dengan Husnul Khatimah...sehingga apabila kami boleh berkata, mungkin inilah gambaran ketika sang Khaliq Allah SWT memanggil Hambanya dengan sebutan:"Yaa..Ayyatuhal Nafsul Muthmainnah...irji'ii ila Robbiki Roodiatan Mardiah..fadkhulii fiii Ibaadii wadkhuliii Jannatii"!. Subhanallah....!! Berbahagialah....berbanggalah....bersuka citalah!!! karena sesungguhnya, Almarhumah...sudah mendapatkan apa yang telah Allah janjikan kepada para hambanya yang sholeh dan shalehah serta yang berjuang menuntut ilmu layaknya seorang yang berjihad di Jalan Allah SWT (Fii Sabilillah)...pahalanya?? tidak lain dan tidak bukan kecuali JannatunNaim..yang mengalir di dalamnya sungai-sungai yang penuh dengan keindahan yang tidak dapat dibayangkan oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga bahkan surga yang Allah janjikan adalah tempat yang tidak pernah sekalipun terlintas gambaran keindahannya di pikiran manusia manapun yang hidup di dunia ini..seperti yang Allah janjikan, siapapun yang tinggal disana akan kekal dan abadi selamanya....subhanallah!!! Selamat Jalan Nadia....semoga Kasih sayang dan cinta, serta keridhaan Allah selalu menyertai engkau di kehidupan yang kekal abadi untuk selamanya......



03 Maret 2008

Selamat Menempuh Hidup Baru

Tanggal 01 Maret 2008 kemaren, daerah kebayoran Lama sepi penduduk...karena sebagian orang yang tinggal disana pergi ke daerah Serang Banten, Kenapa yah? mau tahuuuu ahjee!! ya iya lah...yang pasti ada acara yang ngebikin mereka pada "Minggat" sementara waktu. apaan lagi kalo bukan acara Resepsi Pernikahan Saudara Kite, Achmad Fahri dan istri...
Perjalanan dari Kebayoran Lama menuju lokasi di daerah Gintung Balaraja, Banten cukup memakan waktu, yah kira 1,5 jam dech. iring-iringan konvoi semenjak dari Jakarta lumayan panjang juga, yah sekitar 7-10 mobil yang ikut ke sana. Rame juga sich...plus seru, karena pastinya untuk urusan yang satu ini, apalagi buat "Nyerang" masalah kawinan gini, dijamin dech keluarga H. Satirih paling jagonya...apalagi kalo masalah ngacak2 kampung orang! hehe (Becanda). buktinya yah itu tadi, walaupun perjalanan cukup jauh, tapi yang namanya kita2 orang, gak ada tuch yang protes ataupun males, karena dibawa--Enjoy aJe!!! so' yang jauh jadi deket...n Jauh deket ongkosnya tetep Rp. 2.000,-!!! hUAhaaha.
Sampe dilokasi, kite pade menuju yang namanya Masjid, cuma sayang...komandan Brigade Mobil dipimpin sama si "Kampret"-red. Baca: Kiki. So' yang tadinya mesti parkir di daerah deket pelataran Masjid, jadi harus berjalan jauh untuk menuju Masjid, karena antara parkiran dengan masjid sekitar 50 m. Sebab utamanya, siapa lagi kalo bukan kampret!! doi takut gak bisa belok mobilnye khan baru coy!!! dasar kampret, sekali kampret tetep kampret!!
Ketika rombongan Pengantin pria datang, sambutan dari pihak pengantin wanita cukup hangat dan familiar, yah walaupun hangatnya tidak sedingin ubin untuk kita duduk, tapi paling tidak kesan "welcom to the jungle" (huauha) amat sangat terasa...so' ketika acara dimulai, terasa sekali ke khidmatan mengelilingi prosesi akad nikah dari awal hingga akhir acara.
setelah itu, rombongan beserta konco-konconya dan beberapa perabotan lengong mulai beranjak ke lokasi acara di rumah besan...tapi, lagi lagi urusannya jalan kaki, mungkin kalo kita tahu daerah situ, kita bisa cari jalan potongan yang bisa langsung sampe ke lokasi. Yah, karena kita gak tahu..so kita ikuti alur yang ditunjuk sama si kuncen. Jauh?? ya Getoo dech!! tapi hal itu bukan kendala, toh kita juga sudah kadong laper...apa boleh buat, laper sudah menjadi Lemper!! so biar jauh dilakonin dech, masalahnya Tanki belum ke isi sama sekali Man!!
Tapi kemauan tidak selalu sama dengan hujan!! buktinya, baru beberapa meter rombongan besan dengan slop and atribut kondangannya sedang konvoi melalui rumah warga layaknya pesta 17 agustus-an...tiba-tiba hujan turun dengan deras!! walhasil, rombongan ngacir tunggang langgang, sampe penganten juga lari...sampe kesannya, idihhh besan, nafsu banget kepengen makan!! hahuaha. Padahal disamping menghindar dari Hujan, kita juga kepengen makan...laper coy!! untungnya...hujan bukan sembarang hujan, dan hal itu tidak menyurutkan niat baik kita datang jauh-jauh dari jakarta ke gintung balaraja...hujan terus menggonggong, acara terus berlanjut!! buktinya, walaupun huja....acara ditancep terus!!! peduli amat!!! show must go On!!
Dan, alhamdulillah...walaupun hujan deras, rombongan kocar-kacir...tapi acara pada keseluruhannya berjalan dengan lancar dan terkendali!! kijang 1..kijang 1..!!! pokoknya kita segenap tim redaksi ngucapin:"Yee...Hujannya kecepetan, mestinya ntar malem!!!"..ghahha, salah! kita ngucapin:"SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU YA"

18 Februari 2008

INDONESIANA

Cuaca di Jakarta menurut bagian meteorologi dan geofisika, akan terjadi curah hujan yang frekwensinya cukup tingi, hal ini disebabkan mungkin, sudah bulannya musim penghujan, sehingga tidak disangkal lagi..terkadang hujan yang turun melebihi kapasitas yang biasanya terjadi. Hal tersebut belum lagi ditambah dengan banyak hujan yang turun untuk wilayah Bogor dan sekitarnya, hal tersebut bukan tidak mungkin akan berimbas kepada musibah banjir yang menimpa kota Jakarta.
Hal senada juga terjadi kemarin, hujan yang tidak henti-hentinya mengguyur kota Jakarta, berbuntut kepada banjir yang cukup meluas di beberapa titik rawan banjir di Jakarta, bahkan ada beberapa lokasi yang biasa tidak terendam banjir, tapi kali ini harus juga merasakan rendaman banjir yang cukup mencengangkan. Lihat saja daerah sekitar Istana Kepresidenan, daerah yang menjadi pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia ini juga terkena imbasnya dari debit air hujan yang mengguyur dengan derasnya kota Jakarta pada hari ini, hal tersebut menyebabkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono harus berpindah mobil untuk dapat memasuki area istana yang terendam banjir yang tinggi melebih dengkul orang dewasa.
Sungguh tragis memang, begitu pula dengan suasana di area Bandara International Soekarno-Hatta, Cengkareng..puluhan Bus dan ratusan mobil yang terjebak macet juga menjadi korban dari dari tingginya curah hujan yang mengguyur Jakarta. Imbasnya...puluhan penumpang yang datang maupun pergi menggunakan angkutan Pesawat untuk tujuan Domestik maupun Luar negeri harus terkatung-katung di luar dan dalam area bandara. Karena akses keluar dan Masuk bandara Soekarno-Hatta saat itu lumpuh total. Mesin pemompa air yang ditempatkan di area KM 26 yang merupakan titik rawan banjir, tidak mampu melawan banyaknya air yang meluap menggenangi Jalan tol. Bahkan, Jalan Tol Bandara Soekarno Hatta yang dibagun Ir. Soediyatmo yang terkenal dengan sistem pondasi cakar ayamnya pun tiba-tiba ambles bebera centimeter ke dalam area rawa-rawa tempat tiang cakar ayam itu dipasang.
Sungguh lagi-lagi ironi bagi kita, Tempat yang merupakan central arus lalu lintas keluar masuknya para wisatawan domestik dan luar negeri harus disuguhi dengan pemandangan yang kurang baik, hal tersebut berimbas kuran baik kepada slogan Menteri Pariwisata yang menegaskan bahwa tahun 2008 merupakan tahun kunjungan dan sarana untuk menarik wisatawan luar negeri untuk datang dan berkunjung ke Indonesia.
Belum lagi ditambah permasalahan lain seputar aliran listrik, Belum lama ini sering kali terjadi pemadaman listrik dari PLN yang mungkin alasannya beragam dan bermacam-macam alasan yang biasa kita dengar apabila kita menelpon ke bagian customer service dari layanan PLN. Memang dari dahulu, untuk urusan pelayanan Publik, Indonesia masih sangat tertinggal jauh ke belakang dibanding negara-negara lain. Pelayanan dan fasilitas publik serta pra sarana yang menunjangpun masih jauh dibandingkan dari rata-rata. Sehingga, kejadian mati listrik, arus birokrasi yang berbelit-belit sudah menjadi lumrah dan bahkan hal biasa, sampai ada slogan yang berbunyi:"Harusnya Gampang kok dibikin Sulit??". Itulah potret negeri ini, Potret yang menggambarkan kehidupan suatu Bangsa yang mencerminkan manusia yang tinggal didalamnya. Pelik, Tragis, bahkan mencengankan!! tapi kembali...itulah Indonesia, kalo bukan begitu...ya bukan Indonesia namanya.

09 Februari 2008

KESEHATAN

Beberapa waktu lalu, ada beberapa dari saudara kita yang mengidap dan menderita penyakit. Mungkin sebagian ada yang tahu, atau juga belum..melalui rubrik kecil ini, kami sampaikan bahwa saudari kita Sisca anak ke 4 dari Bapak H. M. Chotib sedang dirawat secara intensif di RSPP Jakarta Selatan. Semoga, Allah angkat segala penyakit yang diderita, dan Allah sembuhkan seperti sedia kala, dan dijauhkan dari segala penyakit yang datang kepadanya. amin ya Robbal A'lamin.
Penyakit, atau rasa sakit, dalam pepatah Arab dikatakan sebagai berikut:"Kesehatan adalah laksana sebuah Mahkota yang dipakai oleh orang yang sehat, dan mahkota tersebut tidak akan terlihat, kecuali disaat orang tersebut dalam keadaan Sakit". Penyakit, sebagian dari kita ada yang menganggapnya sebagai cobaan ataupun musibah yang Allah berikan kepada Hamban-Nya, tapi sebagian orang ada juga yang berpendapat, bahwasanya dengan adanya penyakit, merupakan wacana sebagai pengangkatan dari dosa-dosa yang kita perbuat sehingga diampuni oleh Allah SWT. Secara logika, pendapat yang kedua ini memang agak sedikit berbeda dengan yang lain. Menurut penafsiran kami, ada benarnya...karena rasa kasih dan sayang Allah kepada Hambanya dapat diterjemahkan dan hadir dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang diberikan Allah dalam berupa nikmat, kemudaha, kesehata, kekayaan dan bermacam-macam nikmat yang ada di dunia ini. Namun, adapula Allah menghadirkannya dalam bentuk dan nuansa serta dimensi yang berbeda dari rasa kasih dan sayangnya kepada Hamba-Nya, hal demikian berupa sakit, kesulitan, dan beberapa cobaan yang diterjemahkan sebagian dari kita sebagai bentuk dari cobaan ataupun musibah yang Allah berikan kepada kita sebagai hambanya.
Sedikit membahas tentang hal diatas, dengan Allah memberikan hambanya beberapa cobaan dan musibah yang terkadang kita sering berkata,"Belum selesai musibah ini, datang lagi cobaan lainnya silih berganti". Ada baiknya kita kembali kepada Firman Allah SWT yang berbunyi:"Dan akan Aku (Allah) coba para hamba-hambaku dengan rasa takut, rasa lapar, dan kekurangan dalam hal materi, dan kekurangan dalam kesehatan serta buah-buahan/makanan. Dan berilah kabar gembira kepada Hamba-hambaKu yang bersabar, yang senantiasa apabila Aku timpakan kepada mereka berbagai macam musibah, mereka akan selalu berkata: Sesungguh segala yang ada adalah milik Allah, dan sesungguh semuanya akan kembali Kepada-Nya".
Perhatikan, sungguh sangat mulia agama Islam dalam menerjemahkan arti musibah..bagaimana Allah gambarkan rasa cinta, Kasih dan SayangNya kepada HambaNya dalam bentuk dan dimensi ketakwaan yang berbeda-beda. Akan tetapi perlu diingat, tak jarang dari kita lupa dan bahkan tidak terbayang bahwa ada ribuan hikmah yang terkandung yang terkadang kurang kita gali dan cerna secara mendalam. Bukankah dengan kita diberikan berbagai macam musibah, kita akan semakin mendekatkan diri kita dengan Allah SWT yang Maha Kuasa untuk memberi bahkan mencabut segala sakit, derita serta musibah yang Ia berikan kepada kita sebagai Hambanya? perlu di ingat, tanpa harus Allah berikan musibah, cobaan pun..seharusnya kita sebagai hambanya harus dan wajib untuk senantiasa berdoa, dan beribadah kepada Allah SWT, karena tujuan diciptakannya manusia di Bumi ini adalah tugas utamanya untuk beribadah kepadaNya dengan Jalan menjadi khalifah di muka bumi ini.
Mudah-mudahan, dengan rasa sakit, cobaan serta musibah yang sedang menimpa kita semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT zat yang Maha menguasai dan Maha mempunyai dari segala urusan yang kita Miliki. Pesan kami, Memintalah, Berdoalah....maka Allah akan senantiasa Menjawab dan mengabulkan segala permintaan HambaNya!!

05 Februari 2008

POTRET KITA

Belum Lama ini, kami coba bercerita tentang tanggapan beberapa orang tua tentang hasil pembicaran dari apa yang dikemukan oleh Saudari Nena pada saat arisan keluarga kemaren. Memang sungguh beragam tanggapan yang dapat kami dengar, ada beberapa yang dengan semangat untuk terus menyerukan perubahan dan perbaikan, ada pula yang menanggapinya sebagai sebuah potret hal yang tidak wajar untuk disampaikan ditengah2 forum yang merupakan wadah yang tujuan utamanya adalah silaturahmi, malah...pengungkapan hal tersebut di tengah2 forum merupakan hal yang kurang sepatutnya dibicarakan, karena akan memperenggang jalinan silaturahmi yang sudah ada. Ada pula yang berpendapat lebih kepada letih!! yah letih, karena berapa banyaknya kita berbicara..toch akhirnya akan berakhir sama seperti yang sudah-sudah, di dengar, diperbincangkan, lantas dilupakan bahkan menguap membumbung tinggi ke awan.
Dilema memang, tapi itulah faktanya...mau atau tidak, setuju atau tidak....kondisi itulah yang saat ini kita hadapi. Ibarat sebuah permainan...mungkin kita sudah terlalu lama duduk dibangku cadangan, makan, minum, tidur digaji dan bahagia dan terbiasa tidak terusik dengan keadaan yang konon kita tau ada yang tidak beres di tanah yang kita pijaki saat ini. Tapi kita tetap diam, seakan itu bukan masalah, lah kalo mao bermasalah kenapa tidak dari dahulu..kok baru2 ini aja hal tersebut diangkat menjadi sebuah masalah dan topik yang hangat diperbincangkan??
Laen dulu laen sekarang....ini era 2000-an dulu masih zamannya Ali Sadikin!! sekarang ini Fauzi Bowo..laen tahun, laen orang! laen juga kebijakan. Sehingga kita sudah terbiasa hidup tanpa konflik, yang mungkin...dulu baru kita tanam bibit konflik tersebut, sedikit-demi sedikit konflik itu akan berbuah dan berkembang menjadi satu masalah baru.
Kalo bicara tega, tegakah...kita meninggalkan anak-anak, cucu, cicit kita di garuk, di bolduzer hanya karena ketidak mengertian mereka tentang apa yang sedang terjadi? hanya karena keinginan, ego kecil kita untuk tidak terusik oleh masalah di zaman kita hidup:?? sementara kita meninggalkan beban dan permasalahan yang kadarnya sangat melebihi batas dari ketidak tahuan keturunan kita akan status dan sejarah dari mana sebenarnya masalah itu muncul.
Mari kita Kaji kembali....kita terlahir bukan untuk disesali sebagai si pembuat masalah, si penelantar pekerjaan yang semestinya dapat kita selesaikan hari ini. Ingat lah, kalo kita saja belum mampu..menyelesaikan hak dan kewajiban yang semestinya kita selesaikan ketika H. Satirih meninggal, bagaimana keadaan beliau saat ini?? akankah beliau akan dihisab?? berbicara tentang hal itu, ada sebuah hadist yang berbunyi:" Sesungguhnya tidak akan beranjak kaki anak cucu adam nanti di hari kiamat sebelum dia ditanya tentang 4 perkara, 1) tentang umurnya untuk apa dihabiskan, 2) tentang masa mudanya untuk apa ia pergunakan. 3)tentang ilmunya bagaimana ia amalkan. 4) tentang hartanya dari mana ia dapat dan kemana ia dermakan."
Perhatikan, Menurut hadist diatas, tentang harta...Nabi Muhammad SAW menegaskan tentang cara, masuk dan keluarnya harta tersebut. Harta bukan hanya uang, bendapun juga dapat dikategorikan sebagai harta. Nah, terpikirkah oleh kita....harta yang telah H. Satirih Wariskan kepada kita, telah kita kelola denga sebaik-baiknya dan kita bagi-bagi dengan baik kepada orang-orang yang seharusnya menerimanya?? penulis berharap untuk dijawab di dalam hati kita masing-masing.
Sudah setua ini, kita baru ujug-ujug ngukur bagian si A sekian, si B sekian, si C sekian....kemaren2 kemana aja? memang tidak ada kata terlambat, tapi untuk hitungan manusia yang hidup di alam Dunia, 1 hari di akhirat...itu ibarat 10 tahun di dalam hitungan dunia. So' gimana, dan berapa lama kita menelantarkan yang seharusnya kita kerjakan saat H. Satirih meninggal??
Makanya terkadang kita bingung, apa dulu kita belum tahu...atau kita tidak mao tau? nah kalo tidak mao tahu....dari dulu sampe sekarang, penyakitnya juga gak jauh dari itu, "Gak mao Tau"!! tapi ada nilai positif yang dihasilkan dari perbincangan kemaren, kami melihat adanya angin Perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Kalo Nabi pernah bersabda:"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan kemaren maka ia merugi, Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemaren maka ia termasuk orang2 yang dilaknat". Kenapa?? karena tidak adanya perubahan yang ke arah yang lebih baik dari umur, waktu, nikmat yang Allah telah berikan kepada kita sebagai kompensasi kita untuk berbuat lebih baik. Lebih baik bukan dalam arti sempit, tapi baik untuk diri kita....juga BERMANFAAT bagi orang lain, yang kita kenal kah, atau keturunan kita yang nantinya akan lahir Puluhan tahun, bahkan ratusan tahun setelah kita.
Walau sempat "jalan di Tempat", tapi perubahan sudah mulai terlihat, dan beruntung, koreksian itu dari generasi yang paling muda. Kalo salah, yah wajar...karena mereka belum hidup ketika itu, kalo kurang sopan, yah mohon dibukakan pintu maaf karena pertanyaan itu memang lahir karena desakan pertanyaaan yang harusnya terjawab dari puluhan tahun lalu.
Akhir kata, kami bahagia...karena pintu kearah yang lebih baik telah terlihat, tinggal sama-sama kita samakan barisan, visi, misi dan silaturahmi antara kita untuk sama-sama menjadikan semuanya lebih baik dari sebelumnya.

TANAH KOE..SENGKETA!

Siang itu tepatnya tanggal 03 Februari 2008 berlokasi di kediaman saudari Susi & Priyono di daerah Perumahan jl. Tangkas 4 di wilayah Jakarta selatan. Ketika itu bertepatan dengan acara Arisan Keluarga Satirih, padaawal mulanya, pembicaaran dan susunan acara pun terkesan seperti biasa, dari mulai pembukaan, sambutan dan acara tausiah agama. Tetapi menjelang acara pengocokan arisan di bagian acara usulan dan ide serta saran, ketika itu ada seseorang dari cicit keturunan H. Satirih yang berbicara yaitu saudari Nena, beliau generasi ke 3 dari keturunan H. Satirih beliau memaparkan tentang kegiatan yang beliau ikuti dan beberapa kesibukan yang sedang beliau jalani hingga kini.
Kesibukan dan kegiatannya berhubungan dengan Lembaga Bantuan Hukum atau yang lebih kita kenal dengan LBH. Saat ini beliau sedang membantu sengketa dan perebutan lahan di daerah Barito yang dahulunya dihuni oleh para pedagang ikan yang berjualan di area dekat dengan Gereja Mahakam. Lokasi tersebut saat ini diperuntukkan sebagai area taman kota oleh Pemda DKI Jaya yang digawangi oleh Mr. Fokke (Gubernur DKI Jaya).
Singkat cerita, Nena memaparkan tentang ilustrasi sebab dan hal-hal yang berkaitan dengan kasus yang terjadi di Barito tersebut serta bagaimana kesewenangan dan gaya pemerintah daerah dalam menanggapi hal ihwal bangunan yang menurut mereka masuk jajaran daerah "tidak bertuan" alias tidak sesuai dengan peruntukan yang telah disusun dalam Site plan tata Kota Propinsi DKI Jaya.
Selanjutnya, Saudari Nena menyampaikan tentang tanda tanya yang mungkin bukan hanya nena, ataupun yang ada saat arisan itu berlangsung yang ingin bertanya, bahkan mungkin telah bertanya tapi mungkin, hingga kini jawaban yang pastinya hanya pada "Pasir Berbisik" dan "Rumput yang bergoyang" saja. Pertanyaannya berkisar Tentang status tanah yang ditempati oleh para orang-orang tua keturunan dari H. Satirih?? bagaimana awal mulanya, statusnya, hingga kelanjutannya nanti?.
Hal tersebut wajar terlintas dibenak kita, karena hal tersebut memang terkesan sebagai bahan berita yang dibahas pada lingkup generasi yang muda-muda yang pastinya belum tahu secara detail cerita serta sejarah yang terjadi dari tempat yang dihuni saat ini, yang konon, sebagian orang tua kita menganggap tempat itu sebagai Tanah Air ke-2 setelah bangsa Indonesia ini ada. Karena semenjak beliau lahir, hingga kini bahkan ada beberapa yang sudah meninggal, kasus dan cerita tentang tanah ini pun seakan bagaikan sebuah legenda layaknya legenda Danau Toba dan cerita rakyat sang kuriang!!.
Setelah mendengar pemaparan singkat jelas dan padat yang disampaikan saudari Nena ditambah dengan penjelasan yang disampaikan Saudara Adi, dan Cing Hasan serta H. Djamal. Maka, yang ada kini adalah sebuah Tanda Tanya Besar, Kenapa Hal sedemikian ini harus terus dipendam dan tidak di urus secara tuntas hingga selesai? bukankah H. Satirih sudah meninggal lebih dari 30 tahun yang lalu? apa karena kita tidak mengerti? apa karena kita tidak Peduli? sebetulnya pemaparan Nena adalah bentuk sebuah pemberontakan dari segala pertanyaan dari fenomena kisah yang ada selama ini. Seharusnya kita malu....malu kepada keturunan kita, kok hanya yang semacam ini tidak dapat terselesaikan sampai saat ini. Itu Cicit H. Satirih yang bertanya...Jawab, Coba dijawab!!! ternyata kebisuan dan keheningan yang hadir sebagai pertanyaan Nena tadi...Mungkin, akan terjawab, apabila api sudah melalap, apabila buldozer sudah mulai menggaruk bangunan kita. Sehingga layaknya kaum bani Israil yang berteriak bertobat dan bertobat ketika Allah menenggelamkan mereka lantaran mereka tidak mengimani apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS.
Intinya, bobot yang ada dari keberlangsungan arisan ini hanya sebatas pada pertemuan bulanan atau liqo biasa yang pada hakekatnya dapat dikembangkan sebagai wahana dan sarana untuk membina apa saja, sehingga ketika kembali ke rumah masing2, bukan hanya buah tangan yang diperoleh, tapi juga pemikiran dan pola kehidupan positif yang dapat ditransfer dari setiap sesi perbincangan yang ada dan dikemukakan ketika arisan tersebut berlangsung. Sehingga bukan tidak mungkin, arisan itu menjadi satu kerinduan yang mendalam dan kehadirannya amat ditunggu2 disetiap bulannya, karena dalam arisan tersebut diisi bukan hanya sebatas menanyakan kabar semata, tapi juga memberikan solusi, entah di bidang ekonomi, bisnis, pendidikan, sosial dan berbagaimacam polemik yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari.
Kini timbul pertanyaan, "Mungkin atau tidak Arisan kita kita bentuk seperti yang kami kemukakan diatas??? jawabannya Jelas, seperti hal-nya pertanyaan:"MAo apa tidak dikelola semacam itu??kalo mao, tinggal saat yang tepat, Kapan?? Ya, Sekarang!! karena kita hidup adalah sebuah Perebutan dengan sang waktu untuk terus berkarya dan beramal. Tampuk kepemimpinan sudah dialih serahkan kepada kaum muda, sekarang bola sudah ditangan..tingga ldi tendang ke gawang apa di tendang ke luar lapangan...Semoga Kasus, Tanah ini ada titik terangnya...dan menjadi awal mula kebangkitan pemikiran yang ada dalam diri kita untuk lebih menggali potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.
Besar Harapan kami, sebagai insan muda mari kita runtuhkan "Tembok China" yang ada di dalam hati kita, ingatlah tidak selalu yang namanya muda itu kurang dari pengalaman, Tidak selalu yang muda itu salah, tidak selalu yang muda itu yang tidak mengerti, Tidak selalu dunia ini berada dalam pemikiran orang-orang yang sudah tua.....kami menghargai dan menghormati, dan itulah kewajiban dari setiap yang anak kepada para orang tuanya. Kini mari kita benahi semua yang tersisa, Yang kita punya hanya ini...maka pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Dan jangan pernah berfikir, bahwa kasus yang di Barito, Maruya hanya untuk para warganya saja, mungkin sebentar lagi...yah, hitunglah timer dari sekarang,....kita pun akan tidak jauh berbeda, layaknya sebuah kematian yang menghampiri setiap jiwa yang bernyawa.

04 Februari 2008

BERITA DUKA

Mertua Saudara Farid

Malam Jumat, Tanggal 31 Januari 2008 kemarin...penulis sempat bersepakat untuk bertemu saudara Farid Bustomi untuk dibantu diantar ke tempat pengobatan alternatif di daerah jakarta timur. Karena kebetulan, mertua dari penulis memang sedang dalam keadaan kurang sehat sehingga butuh alternatif pengobatan yang paling tidak sedikit membantu derita yang mertua beliau derita selama ini. Kebetulan, saat itu mertua dari saudara Farid juga sedang bolak-balik berobat di tempat yang sama. singkat kata, kami semua berharap, semoga keadaan orang tua kami dapat kembali pulih seperti sedia kala.
Maka pada malam jumat itulah, kami sepakat untuk bertemu di tempat yang telah disepakati..setibanya kami disana. Kami sempat terpana sejenak..bapak Rahmat (Mertua Sdr. Farid) yang dahulu kami kenal, adalah orang yang sehat dan segar bugar, entah kenapa...pada saat kami ketemu waktu itu, kondisi yang kami saksikan amat sangat mengenaskan...beliau sudah terlihat amat lemah, dibalut tubuhnya yang beranjak tua...tergambar penderitaan sakit yang amat sangat melelahkan. Tak tega rasanya untuk melihat penderitaan beliau yang begitu amat dahsyatnya. sempat terkumpul airmata di pelupuk mata kami melihat beliau yang amat tegar dalam menghadapi cobaan yang Allah berikan. tak kala kami sapa beliau dengan senyum yang penuh kehangatan seraya menyapa kami, :"Sudah lama ki? badan papap lagi kurang enak nih, doain yah...moga-moga cepat sembuh". seketika kami hanya bisa terdiam, betapapun...kami saksikan, yang beliau rasakan lebih dari rasa sekedar sakit yang beliau rasakan. sungguh...beliau begitu tegar dalam menjalani cobaan sakit yang diberikan Allah.
setelah bersama kami masuk ke dalam tempat pengobatan alternatif, dan tiba saat kami diperiksa. therapys yang menangani beliau menerangka, bahwa sakit yang beliau rasakan amat sangat sakit, semoga Allah memberikan kesehatan kepada beliau dan diangkat seluruh penyakit yang saat ini beliau derita.
setelah selesai, kami segera keluar..karena banyak pasien yang datang dan ingin berobat seperti kami. setibanya di luar, kami bersalaman seraya berkata:"Pap..mudah2an lekas sembuh yah...biar cepet sehat, semoga sakit papap diangkat oleh Allah SWT." sambil tersenyum beliau dengan suara yang lembut berkata seraya berbisik:"Amin ya Allah, terima kasih ya ki".
setelah itu kami berpamitan untuk pulang ke tempat kami masing-masing, dan saling berjanji, apabila ada kesempatan ingin berobat kembali, tolong saling kontak sehingga bisa bertemu dan berbarengan berobat seperti saat ini.
Tiba Hari sabtu tanggal 02 februari 2008, saat jam 12.00, saudara farid menelpon ke tempat kami, menanyakan kabar orang tua kami yang juga sedang sakit, setelah lama berbincang-bincang via telepon, akhirnya kami sepakat untuk mencoba pengobatan lainnya di jalur alternatif tepatnya di shinshe yang ada dikawasan Sawah Besar. setelah sepakat akhirnya farid sepakat untuk singgah di tempat kami setelah shalat dzuhur, sambil membawa bapak rahmat untuk sama-sama berobat ke shinshe tersebut. 10 menit berlalu, tiba-tiba telpon di rumah kami berbunyi, ternyata dari saudara farid, beliau mengabarkan bahwa bapak rahmat sudah meninggal!!! Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun....tiada kata yang bisa kami sampaikan, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.
"Selamat Jalan bapak Rahmat"

28 Januari 2008

KEPEDULIAN

Kepedulian..
Kepedulian adalah salah satu bagian dari diri kita untuk saling berbagi rasa yang kita miliki untuk kita sharing ke orang lain yang kita tidak kenal, ataupun kenal bahkan kepada orang yang kita cintai. Kepedulian dapat berupa rasa cinta, rasa sayang juga rasa ingin berbuat yang lebih baik untuk orang lain. sehingga tidak mengherankan Rosulullah banyak menyampaikan beberapa hadist yang erat kaitannya dengan rasa peduli untuk berbuat baik kepada orang lain, seperti sabda Rosulullah SAW yang berbunyi:"Tidaklah seorang seorang hamba dikatakan mukmin sebelum ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri". bahkan perbuatan baikpun terkadang amat sangat sepele, akan tetapi mempunyai makna yang amat bernilai di sisi Allah SWT seperti:"Senyummu dihadapan saudaramu adalah bagian dari Sedekah".
Sungguh amat sangat mulia ajaran yang Allah SWT berikan kepada kita melalui perantara Nabi Muhammad tentang prilaku berbuat baik antara kita dengan sesama manusia. Perhatikanlah hadist yang pertama yang kami sampaikan, bahwasanya disana jelas Nabi Muhammad SAW menekankan tentang keimanan seseorang yang berkaitan dengan kepeduliannya kepada orang lain, sampai-sampai nabi bersabda, "tidak dikatakan seorang hamba itu beriman"!! Sungguh terkadang kita merasa lebih baik dan lebih beriman kepada Allah SWT dan RosulNya dibandingkan orang lain, akan tetapi dilain hal kita terkadang sering tidak pernah bahkan lupa untuk peduli dengan orang-orang disekeliling kita untuk berbuat baik kepada mereka.
Kalo kita kembali merujuk kepada Sabda Nabi diatas, kembali kita akan bertanya:"Sudah berimankah kita selama ini?" padahal, terkadang kita sering berbuat kurang peduli, kurang arief, kurang santun, kurang terpanggil untuk mengulurkan tangan dan bantuan kita kepada orang yang ada disekeliling kita. Padahal, dilain pihak...bantuan itu terkadang amat sederhana dan barang yang ringan untuk kita berikan kepada orang yang kita ingin berikan bantuan tersebut.
Contoh yang ringan, adalah senyum yang kita miliki kita berikan sebagai ungkapan hati yang paling mudah kita berikan, tanpa mengeluarkan biaya seperakpun juga serta tidak melelahkan dan mengucurkan keringat hanya untuk tersenyum. Ironisnya, terkadang tersenyumpun yang gunanya untuk meringkan beban penderitaan saudara kita sangat sulit untuk kita keluarkan, sekalipun tersenyum yang keluara dalah senyuman yang berupan ejekan ataupun sindiran kita bagi saudara kita yang tertimpa musibah. Nauzu billah tsumma Nauzubillah....
Maka, melalui tulisan singkat ini..kami mengajak para saudaraku seiman dan seislam untuk saling berbuat baik kepada sesama makhluk Allah SWT dimanapun, kapanpun dan dalam kapasitas sebagai apapun kita, untuk terus berbuat baik kepada sesama makhluk Allah. Sebagai pesan, "Jangan pernah kita bosan untuk menjadi orang baik!", sehingga Rosulullah SAW dalam sebuah hadistnya menyampaikan:"Sungguh ajaib apa yang dimiliki oleh seorang mukmin, perbuatan baik apapun yang mereka kerjakan akan kembali kepada mereka. apabila mereka tertimpa musibah mereka akan mendekatkan diri kepada Allah, dan apabila mereka diberikan nikmat mereka akan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada mereka. Sehingga tidak salah apabila seorang Kh. Sahal (Pendiri PM.Gontor) menyampaikan: 'Bondo, Bahu, Pikir lek perlu Sak Nyawane Pisan" untuk urusan berbuat baik kepada siapapun. Banyak contoh dan pengalaman untuk kita ambil dalam hal berbuat baik kepada sesama. Melalui tulisan kecil ini, semoga kita dapat mengingat kembali apa tujuan hidup kitadi Bumi yang Allah ciptakan ini.

26 Januari 2008

KEBERSAMAAN

Kebersamaan, adalah kata yang mungkin terasa begitu biasa dan terkadang amat lumrah dan sering kita dengar. tetapi pernahkah kita terpikir untuk mendalami dan menyelami makna yang tersirat dari kata tersebut? alangkah besar dan luasnya serta kayanya arti makna kata kebersamaan, disatu sisi bisa dipahami sebagai kesamaan pandangan dan persepsi serta kesatuan yang saling terkait antara satu elemen dengan elemen yang lainnya.
Mungkin, gambaran kecil diatas adalah contoh kebersamaan, persamaan dan kesatuan yang ingin kita capai bersama melalui ajang silaturahmi antar sesama anggota keluarga besar H. Satirih. hal tersebut semakin terasa dari alur perjalanan persabahatan, kekerabatan dan persaudaraan yang telah terjalin dan terbina hampir lebih dari 3 dekade. Tanpa terasa yang kecil menjadi besar, yang muda beranjak tua, dan yang berumur sudah banyak meninggalkan kita. Banyak kisah dan sejarah baik itu obrolan ringan maupun cerita serta hikmah yang kita dapat ambil ditiap-tiap sesi pertemuan yang diadakan pada setiap bulannya. contoh yang paling ringan adalah, bagaimana umur kita tanpa terasa Allah panjangkan dan Allah berikan kita kesehatan dan dijauhkan dari berbagai penyakit yang terkadang menghinggapi manusia saat ini. kita boleh saja bilang hal tersebut tidak ada kaitannya, tapi kita juga tidak boleh lupa, bahwasanya Nabi Muhammad SAW telah bersabda,: "Barang siapa yang hendak Allah Panjangkan Umurnya, dan Allah luaskan Rezekinya agar senantiasa memperbanyak silaturahmi".
Sungguh ironi terkadang kita rasa, pertemuan yang mungkin 1 bulan sekali kita usahakan untuk saling mengunjungi antara satu dengan yang lainnya, saling tengok antara sesama anggota keluarga juga saling mendoakan antara yang muda dan yang tua, pertemuan yang nilai dan hikmah serta kadar esensinya sangat tinggi itu kita lawatkan begitu saja, berlalu didepan kita tanpa kita rasakan merugi bila kita tidak datangi. Entah apa yang tersirat dan terdetik dihati kita, apabila ditengah kekosongan waktu, disela sengggangnya waktu yang kita miliki, kita tidak dapat meluangkan diri dan hati kita untuk saling bersilaturahmi? ingatlah...kita hidup di dunia ini tidak sendiri, apalagi manusia dikenal dengan makhluk yang suka besosialisasi antar sesamanya, terlebih lagi kepada orang-orang yang mempunyai kekerabatan dan hubungan darah dengan kita. apakah berat kita langkahkan kaki kita untuk bertemu yang mungkin tidak lebih dari 2-3 jam?? bandingkan dengan imbalan dan pahala yang Rosulullah dan Allah janjikan dari hikmah seringnya kita saling bersilaturahmi antar sesama......sadarilah, terkadang tanpa terasa, ketika kita bertemu, ada banyak cerita, hikmah, pengalaman yang kita dapat. tanpa terasa, sepulang dari pertemuan yang mungkin jauh, melelahkan dan hanya sebentar, tidak terasa capeknya tubuh kita, jauhnya perjalanan yang kita tempuh untuk sampai ke tempat tujuan jadi terasa ringan adanya setelah kita bertemu dan bersilaturahmi antara sesama keluarga kita.
akhir kata....tulisan ini mugkin perenungan bagi kita bersama, bahwa terkadang manusia hanya melihat sesuatu hanya dari sebelah mata, dan kemampuan kita untuk terus mendapatkan ridho-Nya harus senantiasa diingatkan agar tetap berada di jalur yang Allah tentukan.
amin ya robbal'alamin.