18 Februari 2008

INDONESIANA

Cuaca di Jakarta menurut bagian meteorologi dan geofisika, akan terjadi curah hujan yang frekwensinya cukup tingi, hal ini disebabkan mungkin, sudah bulannya musim penghujan, sehingga tidak disangkal lagi..terkadang hujan yang turun melebihi kapasitas yang biasanya terjadi. Hal tersebut belum lagi ditambah dengan banyak hujan yang turun untuk wilayah Bogor dan sekitarnya, hal tersebut bukan tidak mungkin akan berimbas kepada musibah banjir yang menimpa kota Jakarta.
Hal senada juga terjadi kemarin, hujan yang tidak henti-hentinya mengguyur kota Jakarta, berbuntut kepada banjir yang cukup meluas di beberapa titik rawan banjir di Jakarta, bahkan ada beberapa lokasi yang biasa tidak terendam banjir, tapi kali ini harus juga merasakan rendaman banjir yang cukup mencengangkan. Lihat saja daerah sekitar Istana Kepresidenan, daerah yang menjadi pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia ini juga terkena imbasnya dari debit air hujan yang mengguyur dengan derasnya kota Jakarta pada hari ini, hal tersebut menyebabkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono harus berpindah mobil untuk dapat memasuki area istana yang terendam banjir yang tinggi melebih dengkul orang dewasa.
Sungguh tragis memang, begitu pula dengan suasana di area Bandara International Soekarno-Hatta, Cengkareng..puluhan Bus dan ratusan mobil yang terjebak macet juga menjadi korban dari dari tingginya curah hujan yang mengguyur Jakarta. Imbasnya...puluhan penumpang yang datang maupun pergi menggunakan angkutan Pesawat untuk tujuan Domestik maupun Luar negeri harus terkatung-katung di luar dan dalam area bandara. Karena akses keluar dan Masuk bandara Soekarno-Hatta saat itu lumpuh total. Mesin pemompa air yang ditempatkan di area KM 26 yang merupakan titik rawan banjir, tidak mampu melawan banyaknya air yang meluap menggenangi Jalan tol. Bahkan, Jalan Tol Bandara Soekarno Hatta yang dibagun Ir. Soediyatmo yang terkenal dengan sistem pondasi cakar ayamnya pun tiba-tiba ambles bebera centimeter ke dalam area rawa-rawa tempat tiang cakar ayam itu dipasang.
Sungguh lagi-lagi ironi bagi kita, Tempat yang merupakan central arus lalu lintas keluar masuknya para wisatawan domestik dan luar negeri harus disuguhi dengan pemandangan yang kurang baik, hal tersebut berimbas kuran baik kepada slogan Menteri Pariwisata yang menegaskan bahwa tahun 2008 merupakan tahun kunjungan dan sarana untuk menarik wisatawan luar negeri untuk datang dan berkunjung ke Indonesia.
Belum lagi ditambah permasalahan lain seputar aliran listrik, Belum lama ini sering kali terjadi pemadaman listrik dari PLN yang mungkin alasannya beragam dan bermacam-macam alasan yang biasa kita dengar apabila kita menelpon ke bagian customer service dari layanan PLN. Memang dari dahulu, untuk urusan pelayanan Publik, Indonesia masih sangat tertinggal jauh ke belakang dibanding negara-negara lain. Pelayanan dan fasilitas publik serta pra sarana yang menunjangpun masih jauh dibandingkan dari rata-rata. Sehingga, kejadian mati listrik, arus birokrasi yang berbelit-belit sudah menjadi lumrah dan bahkan hal biasa, sampai ada slogan yang berbunyi:"Harusnya Gampang kok dibikin Sulit??". Itulah potret negeri ini, Potret yang menggambarkan kehidupan suatu Bangsa yang mencerminkan manusia yang tinggal didalamnya. Pelik, Tragis, bahkan mencengankan!! tapi kembali...itulah Indonesia, kalo bukan begitu...ya bukan Indonesia namanya.

Tidak ada komentar: