Malam Jumat, Tanggal 31 Januari 2008 kemarin...penulis sempat bersepakat untuk bertemu saudara Farid Bustomi untuk dibantu diantar ke tempat pengobatan alternatif di daerah jakarta timur. Karena kebetulan, mertua dari penulis memang sedang dalam keadaan kurang sehat sehingga butuh alternatif pengobatan yang paling tidak sedikit membantu derita yang mertua beliau derita selama ini. Kebetulan, saat itu mertua dari saudara Farid juga sedang bolak-balik berobat di tempat yang sama. singkat kata, kami semua berharap, semoga keadaan orang tua kami dapat kembali pulih seperti sedia kala.
Maka pada malam jumat itulah, kami sepakat untuk bertemu di tempat yang telah disepakati..setibanya kami disana. Kami sempat terpana sejenak..bapak Rahmat (Mertua Sdr. Farid) yang dahulu kami kenal, adalah orang yang sehat dan segar bugar, entah kenapa...pada saat kami ketemu waktu itu, kondisi yang kami saksikan amat sangat mengenaskan...beliau sudah terlihat amat lemah, dibalut tubuhnya yang beranjak tua...tergambar penderitaan sakit yang amat sangat melelahkan. Tak tega rasanya untuk melihat penderitaan beliau yang begitu amat dahsyatnya. sempat terkumpul airmata di pelupuk mata kami melihat beliau yang amat tegar dalam menghadapi cobaan yang Allah berikan. tak kala kami sapa beliau dengan senyum yang penuh kehangatan seraya menyapa kami, :"Sudah lama ki? badan papap lagi kurang enak nih, doain yah...moga-moga cepat sembuh". seketika kami hanya bisa terdiam, betapapun...kami saksikan, yang beliau rasakan lebih dari rasa sekedar sakit yang beliau rasakan. sungguh...beliau begitu tegar dalam menjalani cobaan sakit yang diberikan Allah.
setelah bersama kami masuk ke dalam tempat pengobatan alternatif, dan tiba saat kami diperiksa. therapys yang menangani beliau menerangka, bahwa sakit yang beliau rasakan amat sangat sakit, semoga Allah memberikan kesehatan kepada beliau dan diangkat seluruh penyakit yang saat ini beliau derita.
setelah selesai, kami segera keluar..karena banyak pasien yang datang dan ingin berobat seperti kami. setibanya di luar, kami bersalaman seraya berkata:"Pap..mudah2an lekas sembuh yah...biar cepet sehat, semoga sakit papap diangkat oleh Allah SWT." sambil tersenyum beliau dengan suara yang lembut berkata seraya berbisik:"Amin ya Allah, terima kasih ya ki".
setelah itu kami berpamitan untuk pulang ke tempat kami masing-masing, dan saling berjanji, apabila ada kesempatan ingin berobat kembali, tolong saling kontak sehingga bisa bertemu dan berbarengan berobat seperti saat ini.
Tiba Hari sabtu tanggal 02 februari 2008, saat jam 12.00, saudara farid menelpon ke tempat kami, menanyakan kabar orang tua kami yang juga sedang sakit, setelah lama berbincang-bincang via telepon, akhirnya kami sepakat untuk mencoba pengobatan lainnya di jalur alternatif tepatnya di shinshe yang ada dikawasan Sawah Besar. setelah sepakat akhirnya farid sepakat untuk singgah di tempat kami setelah shalat dzuhur, sambil membawa bapak rahmat untuk sama-sama berobat ke shinshe tersebut. 10 menit berlalu, tiba-tiba telpon di rumah kami berbunyi, ternyata dari saudara farid, beliau mengabarkan bahwa bapak rahmat sudah meninggal!!! Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun....tiada kata yang bisa kami sampaikan, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.
"Selamat Jalan bapak Rahmat"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar