Belum Lama ini, kami coba bercerita tentang tanggapan beberapa orang tua tentang hasil pembicaran dari apa yang dikemukan oleh Saudari Nena pada saat arisan keluarga kemaren. Memang sungguh beragam tanggapan yang dapat kami dengar, ada beberapa yang dengan semangat untuk terus menyerukan perubahan dan perbaikan, ada pula yang menanggapinya sebagai sebuah potret hal yang tidak wajar untuk disampaikan ditengah2 forum yang merupakan wadah yang tujuan utamanya adalah silaturahmi, malah...pengungkapan hal tersebut di tengah2 forum merupakan hal yang kurang sepatutnya dibicarakan, karena akan memperenggang jalinan silaturahmi yang sudah ada. Ada pula yang berpendapat lebih kepada letih!! yah letih, karena berapa banyaknya kita berbicara..toch akhirnya akan berakhir sama seperti yang sudah-sudah, di dengar, diperbincangkan, lantas dilupakan bahkan menguap membumbung tinggi ke awan.
Dilema memang, tapi itulah faktanya...mau atau tidak, setuju atau tidak....kondisi itulah yang saat ini kita hadapi. Ibarat sebuah permainan...mungkin kita sudah terlalu lama duduk dibangku cadangan, makan, minum, tidur digaji dan bahagia dan terbiasa tidak terusik dengan keadaan yang konon kita tau ada yang tidak beres di tanah yang kita pijaki saat ini. Tapi kita tetap diam, seakan itu bukan masalah, lah kalo mao bermasalah kenapa tidak dari dahulu..kok baru2 ini aja hal tersebut diangkat menjadi sebuah masalah dan topik yang hangat diperbincangkan??
Laen dulu laen sekarang....ini era 2000-an dulu masih zamannya Ali Sadikin!! sekarang ini Fauzi Bowo..laen tahun, laen orang! laen juga kebijakan. Sehingga kita sudah terbiasa hidup tanpa konflik, yang mungkin...dulu baru kita tanam bibit konflik tersebut, sedikit-demi sedikit konflik itu akan berbuah dan berkembang menjadi satu masalah baru.
Kalo bicara tega, tegakah...kita meninggalkan anak-anak, cucu, cicit kita di garuk, di bolduzer hanya karena ketidak mengertian mereka tentang apa yang sedang terjadi? hanya karena keinginan, ego kecil kita untuk tidak terusik oleh masalah di zaman kita hidup:?? sementara kita meninggalkan beban dan permasalahan yang kadarnya sangat melebihi batas dari ketidak tahuan keturunan kita akan status dan sejarah dari mana sebenarnya masalah itu muncul.
Mari kita Kaji kembali....kita terlahir bukan untuk disesali sebagai si pembuat masalah, si penelantar pekerjaan yang semestinya dapat kita selesaikan hari ini. Ingat lah, kalo kita saja belum mampu..menyelesaikan hak dan kewajiban yang semestinya kita selesaikan ketika H. Satirih meninggal, bagaimana keadaan beliau saat ini?? akankah beliau akan dihisab?? berbicara tentang hal itu, ada sebuah hadist yang berbunyi:" Sesungguhnya tidak akan beranjak kaki anak cucu adam nanti di hari kiamat sebelum dia ditanya tentang 4 perkara, 1) tentang umurnya untuk apa dihabiskan, 2) tentang masa mudanya untuk apa ia pergunakan. 3)tentang ilmunya bagaimana ia amalkan. 4) tentang hartanya dari mana ia dapat dan kemana ia dermakan."
Perhatikan, Menurut hadist diatas, tentang harta...Nabi Muhammad SAW menegaskan tentang cara, masuk dan keluarnya harta tersebut. Harta bukan hanya uang, bendapun juga dapat dikategorikan sebagai harta. Nah, terpikirkah oleh kita....harta yang telah H. Satirih Wariskan kepada kita, telah kita kelola denga sebaik-baiknya dan kita bagi-bagi dengan baik kepada orang-orang yang seharusnya menerimanya?? penulis berharap untuk dijawab di dalam hati kita masing-masing.
Sudah setua ini, kita baru ujug-ujug ngukur bagian si A sekian, si B sekian, si C sekian....kemaren2 kemana aja? memang tidak ada kata terlambat, tapi untuk hitungan manusia yang hidup di alam Dunia, 1 hari di akhirat...itu ibarat 10 tahun di dalam hitungan dunia. So' gimana, dan berapa lama kita menelantarkan yang seharusnya kita kerjakan saat H. Satirih meninggal??
Makanya terkadang kita bingung, apa dulu kita belum tahu...atau kita tidak mao tau? nah kalo tidak mao tahu....dari dulu sampe sekarang, penyakitnya juga gak jauh dari itu, "Gak mao Tau"!! tapi ada nilai positif yang dihasilkan dari perbincangan kemaren, kami melihat adanya angin Perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Kalo Nabi pernah bersabda:"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan kemaren maka ia merugi, Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemaren maka ia termasuk orang2 yang dilaknat". Kenapa?? karena tidak adanya perubahan yang ke arah yang lebih baik dari umur, waktu, nikmat yang Allah telah berikan kepada kita sebagai kompensasi kita untuk berbuat lebih baik. Lebih baik bukan dalam arti sempit, tapi baik untuk diri kita....juga BERMANFAAT bagi orang lain, yang kita kenal kah, atau keturunan kita yang nantinya akan lahir Puluhan tahun, bahkan ratusan tahun setelah kita.
Walau sempat "jalan di Tempat", tapi perubahan sudah mulai terlihat, dan beruntung, koreksian itu dari generasi yang paling muda. Kalo salah, yah wajar...karena mereka belum hidup ketika itu, kalo kurang sopan, yah mohon dibukakan pintu maaf karena pertanyaan itu memang lahir karena desakan pertanyaaan yang harusnya terjawab dari puluhan tahun lalu.
Akhir kata, kami bahagia...karena pintu kearah yang lebih baik telah terlihat, tinggal sama-sama kita samakan barisan, visi, misi dan silaturahmi antara kita untuk sama-sama menjadikan semuanya lebih baik dari sebelumnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar